Kinerja Operasional Perusahaan


Kinerja operasional menurut Sobandi dan Kosasih (2014) dapat diartikan
sebagai kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal
perusahaan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada
pelanggan, kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau jasa.
Kinerja merupakan suatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam
periode tertentu dengan mengacu pada standard yang ditetapkan (Prabowo
dan Jaya, 2015). Kinerja juga merupakan implementasi dan rencana yang
telah disusun organisasi. Implementasi tersebut dilakukan oleh karyawan yang
memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan kepentingan. Kinerja adalah
hasil kerja yang dapat diperoleh oleh seseorang atau sebuah perusahaan sesuai
dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya
pencapaian organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak
bertentangan dengan moral dan etika. Selain kebutuhan pelanggan yang
semakin meningkat tersebut, perusahaan juga harus bisa menyesuaikan diri
dengan memaksimal kinerja operasional perusahaan (Affandi, 2018:83).
Kinerja operasional adalah sebuah kinerja tentang mutu aktifitas yang
berhubungan dengan aliran dan perpindahan barang, dari barang mentah
dipasok sampai barang jadi sampai di tangan konsumen akhir (Kurniawan dan
Rinofah, 2016). Pengukuran kinerja operasional diukur dengan pelayanan
yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen, kecepatan waktu
pengiriman, ketepatan pengiriman, product volume flexibility, product mix
flexibility,dan new product flexibility, selain itu kinerja operasional juga
didefinisikan sebagai kinerja yang baik pada produksi, pemasaran, dan
manajemen pada suatu perusahaan yang akan memeberikan competitive
advantage Danastry, dkk (2018). Suatu perusahaan didirikan karena
mempunyai tujuan tertentu yang ingin dan harus dicapai dalam mencapai
tujuannya, setiap organisasi dipengaruhi perilaku organisasi. Salah satu
kegiatan yang selalu dilakukan dalam organisasi adalah kinerja karyawan,
yaitu bagaimana melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu
pekerjaan atau peranan dalam organisasi. Kinerja atau performance
merupakan arti kata kinerja berasal dari kata-kata job performance dan
disebut juga actual performance atau prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang telah dicapai oleh seseorang kariyawan, Moeherionto
(2012). Maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah gambaran mengenai
tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam
mewujudkan sasaran, tujuan visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui
perencanaan strategi suatu organisasi.
Aktivitas operasional dalam menjalankan tugas juga tetuang dalam SOP
(standart operational procedure) yang merupakan dokumen yang
menjabarkan aktivitas operasional untuk panduan menjalankan tugas dan
fungsi sehari-hari (Fauzi dan Fauzia, 2017). Dengan itu dapat dapat
disimpulkan bahwa SOP merupakan sistem prosedur operasional dimana
tujuan SOP tersebut yaitu menjaga konsisten kerja setiap petugas, pegawai,
tim, dan semua unit kerja, dengan memperjelas alur tugas, wewenang, serta
tanggung jawab setiap unit kerja, guna memudahkan proses pembagian tugas
serta tanggung jawab kepada pegawai yang menjalankannya, memudahkan
proses pengontrolan setiap proses kerja, serta memudahkan proses
pemahaman staff secara sistematis dan general, mengetahui terjadinya
kegagalan, ketidakefisien proses kerja, serta kemungkinan-kemungkinan
terjadinya penyalahgunaan kewenganan pegawai, (Fauzi dan, Fauzia, 2017).