a. Anggaran
Menurut Rudianto (2009:2) berpendapat bahwa anggaran adalah
rencana kerja masa depan yang dilaksanakan secara kauntitatif, formal dan
sistematis. Anggaran produksi disusun karena dapat digunakan untuk alat
perencanaan, koordunasi dan monitoring. Dengan adanya anggaran, kegiatan
perusahaan direncanakan. Fungsi anggaran adalah :
1) Alat perencana, yaitu sebagai rencana kerja, yang menjadi pedoman bagi
anggota untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam jangka
waktu tertentu.
2) Alat pengendalian, yaitu sebagai alat untuk mengevaluasi apakah
kegiatan setiap bagian organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang
direncanakan.
3) Peramalan Penjualan, Peramalan volume penjualan merupakan proyeksi
atau perkiraan permintaan konsumen pada masa mendatang. Peramalan
penjualan digunakan untuk memahami gambaran penjualanakan datang,
sehingga perlu dilakukan peramalan penjualan terlebih dahulu untuk
menentukan anggaran produksi.
b. Anggaran Produksi
Setelah mengetahui peramalan penjualan selanjutnya menentukan
anggaran produksinya. Anggaran produksi merupakan rencana jumlah
produksi yang akan diproduksi pada waktu mendatang, meliputi, waktu, dan
jumlah yang akan diproduksi.
c. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
Anggaran kebutuhan bahan baku digunakan sebagai alat perencanaan
dan pengendalian bahan baku untuk menghindari ketidaktepatan penggunaan
persediaan bahan baku,dan membuat proses produksi dapat berjalan dengan
lancar.
d. Anggaran Pembelian Bahan Baku
Setelah anggaran kebutuhan bahan baku diketahui, maka langkah
selanjutnya adalah menentukan anggaran pembelian bahan baku. Melalui
anggaran pengadaan bahan baku, dapat mengetahui secara jelas jumlah bahan
baku yang harus dibeli untuk memenuhi kebutuhan produksi. Didalam
penelitian ini untuk anggaran pembelian bahan baku menggunakan metode
Economic Order Quantity (EOQ).
e. Economic Order Quantity (EOQ)
Menurut Heizer dan Render (2015) Economic Order Quantity (EOQ)
adalah teknik pengendalian persediaan yang meminimalkan total biaya
pemesanan dan biaya penyimpanan. Teknik ini didasarkan pada beberapa
asumsi :
1) Jumlah permintaan diketahui, konstan, dan independen.
2) Waktu tunggu, yaituwaktu dari menempatkan pesanan sampai menerima
pesanan adalah konstan.
3) Penerimaan persediaan bersifat cepat dan lengkap.
4) Tidak ada diskon kuantitas.
5) Biaya variabel lainnya untuk menyiapkan atau menempatkan pesanan
(biaya pemasangan) dan biaya pemeliharaan dari waktu ke waktu
6) Kehabisan persediaan (kekurangan persediaan)sepenuhnya dapat
dihindari, jika pesanan dilakukan pada waktu yang tepat dapat
diselesaikan sepenuhnya
