Indikator Kinerja

Menurut Dharma (2004) indikator Kinerja adalah

1)         Kuantitas

Kuantitas adalah jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai oleh seorang karyawan pengukuran kuantitas melibatkan perhitungan keluaran dari proses maupun pelaksanaan kegiatan dan berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan.

2)         Kualitas

Kualitas merupakan kualitas merupakan mutu yang dihasilkan melalui pengukuran kualitatif keluaran yang mencerminkan tingkat kepuasan terkait seberapa baik pekerjaan tersebut dilakukan.

3)         Ketepatan waktu

Ketetapan waktu merupakan yang indikator terkait dengan  sesuai atau tidaknya suatu pekerjaan diselesaikan berdasarkan waktu yang direncanakan .

Robbins dan Judge (2016) menyatakan bahwa kinerja dapat diukur dengan indikator berikut:

  1. Kualitas kerja karyawan dapat diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan
  2. Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan
  3. Ketepatan waktu merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain
  4. Efektifitas disni merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi dan bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikan hasil dari setiap unit dalam penggunakan sumber daya
  5. Kemandirian merupakan tingkat seseorang yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya tanpa menerima bantuan, bimbingan dari atau pengawas