Indikator Pengembangan Karir

Menurut Siagian (2011) indikator yang perlu dalam pengembangan karir adalah sebagai berikut

1)         Perlakuan yang adil dalam berkarir

perlakuan yang adil dapat terwujud jika kriteria purposive berdasarkan pada pertimbangan pertimbangan yang objektif dan rasional serta di ketahui oleh seluruh pegawai.

2)           Kepedulian atasan langsung

karyawan umumnya mendapatkan keterlibatan atasan langsung dalam setiap perencanaan karir mereka bentuk kepedulian itu dapat memberikan umpan balik kepada karyawan mengenai pelaksanaan tugas masing-masing agar para karyawan dapat mengetahui potensi yang perlu dipersiapkan pada akhirnya umpan balik itu merupakan suatu hal yang penting bagi pegawai mengenai langkah awal apa yang perlu dilakukan agar dapat dipromosikan.

3)         Informasi tentang peluang promosi

karyawan mengharapkan agar mereka memiliki akses terhadap informasi tentang peluang untuk dipromosikan akses ini sangat signifikan terutama jika lowongan yang tersedia diisi melalui proses seleksi internal yang bersifat kompetitif bila akses tidak ada atau terbatas maka karyawan akan beranggapan bahwa prinsip keadilan dan kesamaan dan kesempatan dalam organisasi tersebut tidak berjalan secara optimal.

4)         Adanya minat untuk dipromosikan

pendekatan yang tepat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat pegawai dalam pengembangan karir . pendekatan yang fleksibel dan proaktif bertujuan untuk mengembangkan karir setiap individu. Dalam hal ini seorang karyawan akan memperhitungkan faktor usia jenis kelamin sifat pekerjaan sekarang Pendidikan dan Pelatihan yang ditempuh jumlah tanggungan dan berbagai faktor-faktor lainnya, berbagai faktor tersebut pada akhirnya akan berakibat pada besar kecilnya minat seseorang untuk mengembangkan karirnya.

5)         Tingkat kepuasan

Setiap orang ingin meraih kemajuan termasuk merintis karir ke jenjang yang lebih tinggi namun ukuran keberhasilan yang digunakan setiap individu dapat berbeda-beda  tergantung pada  tingkat kepuasan individu tersebut. Dalam konteks ini beberapa individu  berpikir bahwa keberhasilan mencapai posisi yang tinggi dalam suatu organisasi bukan merupakan suatu tujuan melainkan mereka justru bersedia menerima kenyataan yang ada karena berbagai faktor pembatasan yang dihadapi oleh pegawai tersebut Ketika seseorang merasa puas pada satu tingkat tertentu dalam karirnya meskipun tidak banyak anak tangga karir yang harus dinaikinya karyawan tersebut merasa bahwa apa yang sudah dicapai nya itu adalah hasil yang maksimal dan tidak ingin mencapai anak tangga yang lebih tinggi karena usaha yang yang dilakukan akan sia-sia atau mustahil untuk dicapai.