Moeljono (2005) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah sistem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Pengertiannya, bahwa budaya perusahaan adalah nilai yang menentukan arah perilaku dari anggota di dalam organisasi. Jika value tadi menjadi shared value, maka terbentuk sebuah kesamaan persepsi akan perilaku yang sesuai dengan karakter organisasi.
Dengan demikian, budaya organisasi memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan. Karyawan yang dapat menyatu dengan baik dengan budaya organisasinya akan mendapatkan kepuasan dalam bekerja, sebaliknya karyawan yang merasa tidak sesuai dengan budaya organisasinya akan tidak puas dalam bekerja. Kondisi ini dapat diperkuat maupun diperlemah dengan tingkat stress yang dimiliki karyawan. Karyawan yang tidak merasa sesuai dengan budaya organisasinya jia ditambah dengan tingkat stress yang tinggi maka akan semakin menciptakan ketidakpuasan dalam bekerja.
