Rogers E.M dan Shoemaker G.F., dalam Mulyana S. (2009) mengemukakan
bahwa ada 4 (empat) tahap, proses adopsi inovasi yaitu:
a. Tahap munculnya pengetahuan (Knowledge) ketika seorang individu (atau
unit pengambil keputusan lainnya) diarahkan untuk memahami eksistensi
dan keuntungan/manfaat dan bagaimana suatu inovasi berfungsi. Pada
tahap ini, seseorang belum memiliki informasi mengenai inovasi baru.
Untuk itu informasi mengenai inovasi tersebut harus disampaikan melalui
berbagai saluran komunikasi yang ada.
b. Tahap persuasi (Persuasion) ketika seorang individu (atau unit pengambil
keputusan lainnya) membentuk sikap baik atau tidak baik.
c. Tahap pengambilan keputusan (Decisions) muncul ketika seorang individu
atau unit pengambil keputusan lainnya terlibat dalam aktivitas yang
mengarah pada pemilihan adopsi atau penolakan inovasi.
d. Tahapan implementasi (Implementation), ketika seorang individu atau unit
pengambil keputusan lainnya menetapkan penggunaan suatu inovasi
sambil mempelajari tentang inovasi tersebut.
e. Tahapan konfirmasi (Confirmation), ketika seorang individu atau unit
pengambil keputusan lainnya mencari penguatan terhadap keputusan
penerimaan atau penolakan inovasi yang sudah dibuat sebelumnya.
