Tinjauan Komunikasi Inovasi dibidang TIK


Di era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk
mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa
dimanfaatkan. Kontribusi TIK tidak terlepas dari suatu tanggung jawab agar
data dan fakta pendidikan dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti,
dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat mendapatkan informasi penting
dengan benar secara efektif dan efisien. TIK pada hakikatnya adalah alat
untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi yang
cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir. Salah satu manfaat yang
dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah teknologi internet. Internet
sebagai media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang.
Komunikasi inovasi dibidang TIK dalam dunia pendidikan sangat beragam.
Banyak sekali sekarang sekolah-sekolah sudah menerapkan TIK di
sekolahnya tapi menerapkan dengan inovasi. Salah satu contohnya, sekolah
yang menerapkan e-Learning.
Penggunaan TIK dan e-Learning di dunia pendidikan pada saat ini sangat
banyak sekali, itu juga salah satu metode pembelajaran baru yang sudah di
perbarui dengan komunikasi inovasi. Secara sederhana e-learning dapat
dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi
(internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai
media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar
(guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa).
Model pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan e-learning berakibat
pada perubahan budaya belajar dalam kontek pembelajarannya. Setidaknya
ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan
menggunakan model e-learning di sekolah. Pertama, siswa dituntut secara
mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa
mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam
pembelajaran. Kedua, guru mampu mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan, memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-
hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur
yang memadai dan yang ke empat administrator yang kreatif serta penyiapan
infrastrukur dalam memfasilitasi pembelajaran.