Kepemimpinan Transformasional
- Pengaruh Ideal (Idealized Influence)
Perilaku pemimpin yang memberikan visi dan misi, memunculkan rasa
bangga, serta mendapatkan respek dan kepercayaan bawahan. Idealize
influence disebut juga sebagai pemimpin yang kharismatik, dimana
pengikut memiliki keyakinan yang mendalam pada pemimpinnya, merasa
bangga bisa bekerja dengan pemimpinnya dan memercayai kapasitas
pemimpinnya dalam mengatasi setiap permasalahan. - Motivasi Inspirasional (Inspirational Motivation)
Perilaku pemimpin yang mampu mengkomunikasikan harapan yang tinggi,
menyampaikan visi bersama secara menarik dengan menggunakan simbol-
simbol untuk memfokuskan upaya bawahan dan mengispirasi bawahan
untuk mencapai tujuan yang menghasilkan kemajuan penting bagi
organisasi. - Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulation)
Perilaku pemimpin yang mampu meningkatkan kecerdasan bawahan untuk
meningkatkan kreativitas dan inovasi mereka, meningkatkan rasionalitas
dan pemecahan masalah secara cermat. - Pertimbangan Individual (Invidualized Consideration)
Perilaku pemimpin yang memberikan perhatian pribadi, memperlakukan
masing-masing bawahan secara individual sebagai seorang individu dengan
kebutuhan, kemampuan dan aspirasi yang berbeda, serta melatih dan
memberikan saran. Individualized consideration dari kepimpinan
transformasional memperlakukan masing-masing bawahan sebagai individu
serta mendampingi mereka, memonitor dan menumbuhkan peluang.
Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang
mentransformasikan informasi langsung kepada karyawan dalam meningkatkan
kinerja dan motivasi untuk pencapaian visi dan misi organisasi (Dewi dan Mujiati,
2015). Menurut Suharto (2015) gaya kepemimpinan transformasional
didefenisikan sebagai hubungan antara pemimpinan dan bawahan yang sangat
dekat sehingga menimbulkan ikatan emosi dan kedekatan yang sangat lain,
bawahan merasa hormat serta percaya pada pimpinannya dan termotivasi untuk
bekerja lebih dari sebenarnya. Kepemimpinan transformasional berdasarkan
prinsip pengembangan bawahan. Pemimpin transformasional mengevaluasi
kemampuan dan potensi masing-masing bawahan kemungkinan untuk
memperluas tanggung jawab dan kewenangan bawahan dimasa mendatang.
Gaya kepemimpinan transformasional juga menfasilitasi kebutuhan
pembelajaran karyawan secara efektif dan mengembangkan potensi mereka
seoptimal mungkin. Membagi kewenangan dengan cara memberdayakan
karyawan berdasarkan kepercayaan dengan mempertimbangkan kemampuan dan
kemauan mereka, membimbing dan mengembangkan kreativitas karyawan dan
membantu mereka dalam memecahkan masalah-masalah strategis yang efektif
(Putra dan Indrawati, 2015). Peran gaya kepemimpinan transformasional dianggap
paling cocok dari sekian banyak gaya kepemimpinan yang ada.
Kepemimpinan transformasional merupakan model atau gaya bagi seorang
pemimpin dalam mempengaruhi dan membimbing induvidu atau kelompok agar
dapat mencapai tingkatan organisasi yang diharapkan salah satunya melalui
kreativitas dan persepsi dukungan organisasi (Huang et al., 2017). Seorang
karyawan yang dibimbing secara transformasional dapat memelihara dan
terdorong secara psikologi positif dan memiliki kemampuan inovasi yang baik
(Lei et al., 2020).
