Teori ini mengukur kepuasan kerja dengan menghitung selisih antara apa
yang seharusnya dengan kenyataan yang ada. Kepuasan kerja seseorang bergantung
pada selisih antara keinginan (expectation) dengan apa yang menurutnya telah
terpenuhi diperoleh melalui pekerjaannya. Dengan demikian orang akan merasa
puas apabila tidak ada perbedaan antara yang diinginkan dengan persepsinya atas
kenyataan, karena batas minimum yang diinginkan telah terpenuhi.
Kesimpulan teori ketidaksesuain adalah menekankan selisih antara kondisi
yang diinginkan dengan kondisi actual (kenyataan), jika selisih jauh antara
keinginan dan kekurangan yang ingin dipenuhi dengan kenyataan maka orang
menjadi tidak puas. Tetapi jika kondisi yang diinginkan dan kekurangan yang ingin
dipenuhi ternyata sesuai dengan kenyataan yang didapat maka ia akan merasa puas.
