Gaya Kepemimpinan Situasional


Gaya kepemimpinan situasional adalah model gaya kepemimpinan yang
memfokuskan pada pengikut. Gaya kepemimpinan situasional diterapkan dengan
mengukur tingkat kesiapan dan kematangan dari para karyawan untuk menjalankan
tugas yang diberikan oleh pimpinan. Dalam gaya kepemimpinan situasional,
perilaku pemimpin berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan
dengan bawahan (Malayu, 2014).
Menurut Hersey dan Blanchard, ada empat gaya dasar yang terkait dengan
teori kepemimpinan situasional.

  1. Mengarahkan/telling (S1): Pemimpin memberi tahu bawahan apa yang
    harus dilakukan, kemudian menjelaskan bagaimana cara melakukannya.
    Tahap ini mirip dengan gaya kepemimpinan otokratis.
  2. Menjual/selling (S2): Pemimpin bertujuan ‘menjual’ ide dan pesan kepada
    bawahan untuk membuat mereka paham dan ikut serta dalam proses dan
    tugas. Tahap ini melibatkan supervisi serta diskusi proaktif antara pemimpin
    dan bawahan.
  3. Berpartisipasi/participating (S3): Tahap ini menggunakan pendekatan
    demokratis yang memungkinkan pemimpin memberi lebih banyak
    kelonggaran bagi bawahannya. Pemimpin masih mengarahkan di beberapa
    area. Akan tetapi, bawahan berperan aktif untuk membuat keputusan dan
    menentukan cara menyelesaikan tugas.
  4. Mendelegasikan/delegating (S4): Ini adalah tahap terakhir di mana
    pemimpin sepenuhnya “lepas tangan” terhadap cara kerja bawahan. Dalam
    artian, pemimpin sudah tidak lagi terlibat dalam proses pembuatan
    keputusan karyawan.