Menurut penelitian Puspitasari, (2018) pada gaya otoriter ini menunjukan
bahwa pemimpin dapat menentukan apa saja dalam semua keputusannya tanpa
mengadakan diskusi terlebih dahulu dengan karyawannya, biasanya diberikan
penugasan tertentu untuk anggota kelompok.
Jenis gaya kepemimpinan otoriter memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Semua keputusan diambil oleh pemimpin
- Pengawasan dilakukan secara ketat
- Wewenang mutlak berpusat kepada pemimpin
- Kebijakan selalu dibuat oleh pemimpin
- Semua tanggung jawab dilakukan oleh pemimpin
- Karyawan tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan kreatifitasnya
- Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
- Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran pertimbangan
atau pendapat - Lebih banyak kritik dari pada pujian
Dampak negatif dari gaya kepemimpinan otoriter, yaitu: - Karyawan hanya bergantung pada pemimpin sehingga menjadi manusia
penurut dan tidak memiliki inisiatif - Ketika melakukan pekerjaan karyawan melakukannya dengan terpaksa
dan berpura-pura karena sedang diawasi - Organisasi tidak berkembang secara dinamis karena pemimpin kehabisan
kreatifitas dan inisiatif.
Dampak positif dari gaya kepemimpinan otoriter, yaitu: - Terjadi kecepatan dalam pembuatan keputusan dan bertindak
- Pemimpin memberikan pengarahan terkait pekerjaan khusus dan kerjasama
setiap anggota karyawan - Dalam bertindak pemimpin memiliki sifat direktif (memiliki kekuatan
untuk mengarahkan: cenderung mengarahkan, membimbing, atau
memerintah: menunjukan jalan).
