Gaya Kepemimpinan Otoriter


Menurut penelitian Puspitasari, (2018) pada gaya otoriter ini menunjukan
bahwa pemimpin dapat menentukan apa saja dalam semua keputusannya tanpa
mengadakan diskusi terlebih dahulu dengan karyawannya, biasanya diberikan
penugasan tertentu untuk anggota kelompok.
Jenis gaya kepemimpinan otoriter memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Semua keputusan diambil oleh pemimpin
  2. Pengawasan dilakukan secara ketat
  3. Wewenang mutlak berpusat kepada pemimpin
  4. Kebijakan selalu dibuat oleh pemimpin
  5. Semua tanggung jawab dilakukan oleh pemimpin
  6. Karyawan tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan kreatifitasnya
  7. Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
  8. Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran pertimbangan
    atau pendapat
  9. Lebih banyak kritik dari pada pujian
    Dampak negatif dari gaya kepemimpinan otoriter, yaitu:
  10. Karyawan hanya bergantung pada pemimpin sehingga menjadi manusia
    penurut dan tidak memiliki inisiatif
  11. Ketika melakukan pekerjaan karyawan melakukannya dengan terpaksa
    dan berpura-pura karena sedang diawasi
  12. Organisasi tidak berkembang secara dinamis karena pemimpin kehabisan
    kreatifitas dan inisiatif.
    Dampak positif dari gaya kepemimpinan otoriter, yaitu:
  13. Terjadi kecepatan dalam pembuatan keputusan dan bertindak
  14. Pemimpin memberikan pengarahan terkait pekerjaan khusus dan kerjasama
    setiap anggota karyawan
  15. Dalam bertindak pemimpin memiliki sifat direktif (memiliki kekuatan
    untuk mengarahkan: cenderung mengarahkan, membimbing, atau
    memerintah: menunjukan jalan).