Gaya Kepemimpinan Laissez Faire (Bebas)


Gaya kepemimpinan laissez faire atau gaya kepemimpinan kebebasan
adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan
dilakukan lebih banyak diserahkan kepadabawahan.
Pemimpin kebebasan ini berpandangan bahwa pada umumnya
perusahaan/ organisasi akan berjalan dengan sendirinya, karena para karyawan
terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa, yang mengetahui apa yang menjadi
tujuan dari perusahaan, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang
harus dikerjakan oleh masing-masing karyawan dan seorang manajer tidak perlu
sering melakukan intervensi dalam perusahaan/ organisasi.
Adapun ciri-ciri dari gaya kepemimpinan laissez faire ini adalah sebagai berikut:
a. Manajer melakukan peranannya secara pasif.
b. Manajer memberikan kebebasan penuh kepada para karyawannya.
c. Manajer menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan kepada
karyawan dalam artian manajer menginginkan agar karyawan bisa
mengendalikan diri mereka sendiri dalam menyelesaikan pekerjaannya.
d. Karyawan dituntut untuk memiliki keahlian yang tinggi