Pemimpin berusaha memastikan bahwa kelompoknya mendapatkan
informasi memadai dan berpartisipasi dalam tujuan tim sebagai satu kesatuan.
Artinya, sang pemimpin melakukan suatu kebijakan tidak cukup hanya berbicara,
tetapi berdasarkan konstitusi atau peraturan yang telah disepakati bersama bukan
berdasarkan kemauan sendiri atau kekuatan sendiri(kekerasan). Ciri-ciri gaya
kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut :
1) Partisipasi.
Pemimpin melibatkan tim di dalam sebagian besar aspek bisnis, memastikan
bahwa setiap anggota tim sama-sama menyadari apa yang sedang terjadi di
seluruh unit.
2) Mendorong perdebatan.
Pemimpin mengakui nilai perdebatan dan kompetisi dan mendorong para
anggota tim untuk berperan serta dalam menyusun arah baru untuk unit mereka.
3) Kekuasaan memveto.
Kekuasaan mutlak sang pemimpin yang mempunyai gaya kepemimpinan ini
mendapatkan tambahan sebutan “relatif”. Meskipun pemimpin mendorong
adanya partisipasi, pada akhirnya dirinyalah yang membuat keputusan akhir atas
semua hal yang penting bagi unit.
