William H. Mobley (2011, dalam Choi Sang Long, 2012) mengemukakan
ada tiga dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur turnover intention, yaitu:
- Pikiran-pikiran untuk berhenti (thoughts of quitting)
Mencerminkan individu untuk berpikir keluar dari pekerjaan atau tetap
berada di lingkungan pekerjaan. Kejadian ini biasanya di awali dengan
ketidakpuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan, disaat ketidakpuasan itu
muncul kemudian karyawan mulai berfikir untuk keluar dari tempat
bekerjanya saat ini sehingga mengakibatkan tinggi rendahnya intensitas
untuk tidak hadir ke tempatnya bekerja. - Keinginan untuk meninggalkan (intention to quit)
Mencerminkan individu yang berniat keluar. Karyawan yang sudah merasa
bahwa keberadaannya didalam perusahaan sudah tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan, sehingga hal tersebut yang menjadi faktor pendorong
karyawan berkeinginan untuk meninggalkan perusahaan tempat bekerjanya
saat ini. - Keinginan untuk mencari pekerjaan lain (intention to search for another
job)
Mencerminkan individu yang mencari pekerjaan pada organisasi lain yang
dirasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan pekerjaannya saat ini.
Jika karyawan sudah mulai sering berfikir untuk keluar dari pekerjaannya,
karyawan tersebut akan mencoba mencari pekerjaan diluar perusahaan yang
dirasa lebih baik bisa dalam hal beban kerja, kompensasi, lingkungan kerja,
pemimpin, dan juga faktor lainnya.
