Indikator Kesadaran Nilai

  1. Harga yang Rendah
    Harga yang rendah tidak menutup kemungkinan menjadi pemicu seorang
    individu lebih berminat pada suatu produk. Masyarakat kelas menengah
    kebawah merupakan kalangan yang dapat dikatakan sangat peka terhadap
    harga produk yang rendah. Khususnya bagi golongan bergender wanita dan
    yang ingin memenuhi kebutuhan produk modenya. Harga yang rendah bukan
    berarti harus melupakan kualitas produk. Hal ini pula sangat diperhatikan,
    agar mendapat keuntungan maksimal.
  2. Kualitas Maksimal
    Selaras dengan penjabaran poin diatas, kualitas produk tidak boleh lewat
    begitu saja dari perhatian calon pembeli. Walaupun nilai harga yang
    dikeluarkan jauh lebih kecil dari pada harga produk orisinil, namun bukan
    berarti konsumen produk tiruan dengan pasrah rela mendapatkan kualitas
    apapun yang ada pada produk yang akan dibelinya. Konsumen akan
    melakukan pencarian untuk mendapat hasil maksimal.
  3. Membandingkan Produk
    Konsumen harus melewati beberapa tahapan proses, salah satunya
    melakukan alternative. Tidak menutup kemungkinan calon pembeli
    melakukan perbandingan produk dan turut serta membandingkan dimana ia
    akan membeli produk tersebut, proses outlet selection. Kepuasan didapat
    ketika konsumen merasa mendapat nilai produk yang sangat menguntungkan
    baginya, titik maksimal bagi konsumen dilihat dari nilai harga yang
    dikeluarkan dan kualitas yang didapatkan.
  4. Survei Harga
    Survei harga diasumsikan dengan seseorang yang mencari informasi-
    informasi harga dari barang yang diinginkan. Tujuan dilakukannya aktivitas
    ini tidak menutup kemungkinan untuk mendapat harga terbaik dari nilai uang
    yang akan ia keluarkan. Konsumen ingin meminimalisir kerugian saat ingin
    melakukan pembelian produk