Leader Member Exchange adalah bentuk kontruk
dari sifat hubungan antara seroang pemimpin dan
bawahannya, selain itu proses berinteraksi antara
pemimpin dan bawahannya menjadi perhatian utama
yang dimana keduanya merupakan sumber daya
mansusia yang sangat berharga bagi sebuah organsiasi.
Pertukaran pemimpin dan anggota adalah bagaimana
sebaiknya pemimpin memudahkan guru dalam
mempraktikkan pengalamannya, penampilan
pekerjaannya. Sparrowe dan Liden dalam Jenuddin
menjelaskan bahwasannya terdapat beberapa tahap
dalam proses hubungan antara atasan dan bawahannya:
a. Menilai bawahan (Testing and Assessment). Pada
tahap ini masih belum ada hubungan diantara
pemimpin dan bawahannya. Pemimpin masih
menimbang mana yang dapat masuk ke dalam
kategori in group maupun out group berdasarkan
pada kriteria subyektif maupun obyektif.
b. Pengembangan kepercayaan (development of trust).
Tahapan ini pemimpin memberikan kesempatan dan
tantangan yang baru untuk menumbuhkan rasa
percaya diantara mereka. Sebagai timbal baliknya,
maka para bawahan yang termasuk ke dalam
kategori in group akan memperlihatkan loyalitas
kepada pemimpinnya
c. Terciptanya ikatan emosional (Creation of
emotional bond). Seorang bawahan yang memiliki
hubungan yang baik dengan pemimpinnya dapat
masuk ke dalam tahapan ini, dimana hubungan dan
juga ikatan antara keduanya menjadi kuat secara
emosional. Pada tahap ini, seorang bawahan
memiliki komitmen yang tinggi terhadap atasan.25
Pandangan lainnya mengenai tahapan atau fase
Leader member exchange juga dijelaskan oleh yang
mengatakan bahwasannya terdapat tiga fase dalam
Leader Member Exchange yaitu:
a. Fase asing. Hubungan leader member exchange
dimulai dengan fase asing. Pemimpin dan karyawan
yang baru direkrut menempati peran organsiasi
formal berupa atasan dan bawahan. Mereka
memulai hubungan mereka dengan berinteraksi
secara formal yang berfokus pada hubungan
pertukaran yang tidak memiliki rasa kepedulian dan
komitmen. Agaknya jika bawahan tidak memenuhi
standar kinerja minimal dalam cakrawala waktu
yang diharapkan pemimpin, bawahan kemungkinan
akan dipecat.
b. Fase perkenalan. Pada fase ini pemimpin dan
bawahan memulai berbagai informasi yang besar
baik pada tingkat pekerjaan maupun priadi. Ini
adalah tahap kritis jika tahap ini tidak berhasil,
pemimpin dan bawahan kemungkinan akan kembali
ke fase asing, bahkan jika bawahan memenuhi
harapan kinerja hubungan pertukaran.
c. Fase kemitraan yang menantang. Pada fase ini,
pertukaran tidak hanya berdasarkan tugas (kinerja).
Mereka termasuk ikatan emosional. Pemimpin dan
bawahan mulai mengandalkan satu sama lain untuk
kasih sayang timbale balik, kesetiaan dan dukungan
timbal balik, kontribusi dan kewajiban terkait
pekerjaan satu sama lain, saling menghormati
professional, dan saling percaya. Pemimpin
mengandalkan bawahan untuk memberikan anutan
kapan pun dibutuhkan (misalnya, saya ingin anda
bekerja akhir pekan ini untuk menyelesaikan proyek
kita tepat waktu) dan sebaliknya oleh pengikut
(misalnya saya akan menghargai hari kamis dan
jumat libur kerja karena saya memiliki kerabat yang
tiba-tiba datang ke kota). Singkatnya, pengikut
bergantung pada pemimpin untuk dukungan,
dorongan dan kemauan untuk berinvestasi dalam
karir bawahan. Ini mungkin termasuk
pendampingan, penugasan ke proyek yang memiliki
visitabilitas dan dampak tinggi pengembangan
21
professional kehusus dan peluang pelatihan dan
sejenisnya
