Dukungan Sosial Perspektif Islam (skipsi dan tesis)

Dukungan sosial adalah bentuk bantuan yang diberikan oleh individu

satu kepada individu yang lain. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bentuk

bantuan yang terlihat dan pemberian rasa cinta, kasih sayang dan kenyamanan

kepada seseorang. Dalam islam dukungan sosial disebut dengan tolong

menolong (Ta’awun). Tolong menolong sangat dianjurkan dalam agama

islam, hal itu mengingatkan bahwa manusia adalah makluk sosial yang

diciptaan Allah SWT yang kiranya tidak bisa hidup sendirian dan pasti akan

memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itu di dalam Al-Qur’an

hubungan sosial dibedakan menjadi tiga hubungan yaitu hubungan manusia

dengan tuhan (hablumminallah), hubungan manusia dengan diri sendiri, dan

hubungan manusia dengan sesama manusia (hablumminannas).

Hubungan manusia dengan tuhan (hablumminallah) adalah

perwujudan ibadah yang dilakukan oleh manusia yaitu berupa menjalan semua

perintah Allah SWT dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah SWT.

Hubungan manusia dengan diri sendiri adalah bagaimana manusia tersebut

memperlalukan dirinya sendiri dengan baik dan bagaimana manusia tersebut

mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki. Sedangkan hubungan

manusia dengan manusia yang lain (hablumminannas) adalah bentuk perilaku

seseorang kepada seseorang yang lain yaitu berupa menolong yang lain

apabila kesusahan. Berikut adalah ayat yang berhubungan dengan dukungan

sosial, yaitu QS. Al-Maidah ayat 2 dan ayat 80, sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar

syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram,

jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang

qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi

Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya

dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah

berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum

karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam,

mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah

kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong

dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu

kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”. (Al-Qur’an

dan Terjemahnya. QS. Al-Maidah 2: 106)

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan

orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya Amat buruklah apa yang

mereka sediakan untuk diri mereka, Yaitu kemurkaan Allah kepada

mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan” (Al-Qur’an Terjemahnya.

QS.Al-Maidah 80: 121)

Kandungan dari ayat diatas adalah manusia dianjurkan untuk

melakukan tolong menolong kepada sesama manusia dalam hal kebaikan,

yang yang berguna bagi individu berhubungan dengan ketakwaan manusia,

dan tidak diperkenankan untuk melakukan tolong menolong dalam hal

kejelekan yang tidak bermanfaat bagi individu