Ciri-ciri kepemimpinan Transformasional


Ciri-ciri kepemimpinan transformasional, sebagai berikut (Munandar, 2011:200)

  1. Kharismatik (Attribute Charisma)
    Karismatik merupakan kekuatan besar yang dimiliki oleh pemimpin untuk
    memotivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.Bawahan mempercayai pemimpin
    karena pemimpin dianggap mempunyai pandangan, nilai dan tujuanyang dianggap
    benar. Oleh sebab itu pemimpin yang mempunyai kharisma dapat lebih mudah
    mempengaruhi dan mengarahkan bawahan agar bertindak sesuai dengan apa yang
    diinginkan oleh pemimpin. Selanjutnya dikatakan kepemimpinan yang kharismatik
    dapat memotivasi bawahan untuk mengeluarkan upaya kerja keras karena mereka
    menyukai pemimpinnya.
  2. Inspirasional (Inspirational Leadership)
    Perilaku pemimpin yang inspirasional dapat merangsang antusias dan semangat
    bekerja bawahan terhadap tugas-tugas kelompok dan dapat mengatakan hal-hal
    yang dapat menumbuhkan kepercayaan bawahan terhadap kemampuan untuk
    menyelesaikan tugas dalam upaya untuk mencapai tujuan kelompok kerja.
  3. Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulation)
    Stimulasi intelektual merupakan upaya pimpinan terhadap persoalan-persoalan
    dan mempengaruhi bawahan untuk melihat persoalan-persoalan tersebut melalui
    perspektif baru. Melalui stimulus intelektual, pemimpin merangsang kreativitas
    bawahan dan mendorong untuk menemukan pendekatan-pendekatan baru terhadap
    masalah-masalah lama. Jadi, melalui stimulus intelektual, bawahan didorong untuk
    berpikir mengenai relevansi cara, sistem nilai, kepercayaan, harapan dan didorong
    melakukan inovasi dalam menyelesaikan persoalan dan berkreasi untuk
    mengembangkan kemampuan diri serta didorong untuk menetapkan tujuan dan
    sasaran yang menantang.
    Kontribusi intelektual dari seorang pemimpin pada bawahan harus didasari
    sabagai suatu upaya untuk memunculkan kemampuan bawahan. Aspek stimulus
    intelektual berkolaborasi positif dengan extra effort. Maksudnya, pemimpin yang
    dapat memberikan kontribusi intelektual senantiasa mendorong staf supaya mampu
    mencurahkan upaya untuk perencanaan dan pemecahan masalah.
  4. Perhatian secara individual (Individualized Consideration)
    Perhatian atau pertimbangan terhadap perbedaan individual implikasinya adalah
    memelihara kontak langsung face to face dan komunikasi terbuka dengan pegawai.
    Pengaruh personal dan hubungan satu persatu atasan-bawahan merupakan hal
    yang terpenting yang utama. Perhatian secara individual tersebut dapat sebagai
    identifikasi awal terhadap para bawahan terutama bawahan yang mempunyai
    potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Sedangkan monitoring merupakan bentuk
    perhatian individual yang ditunjukan melalui tindakan konsultasi, nasehat dan
    tuntutan yang diberikan oleh senior kepada yunior yang belum berpengalaman nilai
    dibandingkan dengan seniornya.
    John M. Ivancevich (2006), ciri-ciri kepemimpinan transformasional ada tiga, yaitu:
  5. Karisma. Pemimpin mampu menanamkan rasa kebernilaian, hormat, dan bangga
    serta mengartikulasi visi.
  6. Perhatian Individual. Pemimpin memperhatikan kebutuhan dari para pengikut dan
    memberikan proyek yang bermakna sehingga para pengikut akan tumbuh secara
    pribadi.
  7. Stimulasi Intelektual. Pemimpin membantu para pengikut untuk berpikir ulang
    dengan cara rasional bagaimana cara menganalisis situasi. Dia mendorong para
    pengikut untuk menjadi kreatif.
    Berdasarkan pemaparan beberapa teori di atas, bahwa dapat dipahami kepemimpinan
    transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menginspirasi, mengarahkan dan
    menggerakkan pengikut kepada perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dan inovatif
    untuk mencapai tujuan bersama yang ditandai dengan empat ciri, yaitu: karismatik,
    inspirasi, stimulasi intelektual dan perhatian individu