Ciri-ciri kepemimpinan transformasional, sebagai berikut (Munandar, 2011:200)
- Kharismatik (Attribute Charisma)
Karismatik merupakan kekuatan besar yang dimiliki oleh pemimpin untuk
memotivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.Bawahan mempercayai pemimpin
karena pemimpin dianggap mempunyai pandangan, nilai dan tujuanyang dianggap
benar. Oleh sebab itu pemimpin yang mempunyai kharisma dapat lebih mudah
mempengaruhi dan mengarahkan bawahan agar bertindak sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh pemimpin. Selanjutnya dikatakan kepemimpinan yang kharismatik
dapat memotivasi bawahan untuk mengeluarkan upaya kerja keras karena mereka
menyukai pemimpinnya. - Inspirasional (Inspirational Leadership)
Perilaku pemimpin yang inspirasional dapat merangsang antusias dan semangat
bekerja bawahan terhadap tugas-tugas kelompok dan dapat mengatakan hal-hal
yang dapat menumbuhkan kepercayaan bawahan terhadap kemampuan untuk
menyelesaikan tugas dalam upaya untuk mencapai tujuan kelompok kerja. - Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulation)
Stimulasi intelektual merupakan upaya pimpinan terhadap persoalan-persoalan
dan mempengaruhi bawahan untuk melihat persoalan-persoalan tersebut melalui
perspektif baru. Melalui stimulus intelektual, pemimpin merangsang kreativitas
bawahan dan mendorong untuk menemukan pendekatan-pendekatan baru terhadap
masalah-masalah lama. Jadi, melalui stimulus intelektual, bawahan didorong untuk
berpikir mengenai relevansi cara, sistem nilai, kepercayaan, harapan dan didorong
melakukan inovasi dalam menyelesaikan persoalan dan berkreasi untuk
mengembangkan kemampuan diri serta didorong untuk menetapkan tujuan dan
sasaran yang menantang.
Kontribusi intelektual dari seorang pemimpin pada bawahan harus didasari
sabagai suatu upaya untuk memunculkan kemampuan bawahan. Aspek stimulus
intelektual berkolaborasi positif dengan extra effort. Maksudnya, pemimpin yang
dapat memberikan kontribusi intelektual senantiasa mendorong staf supaya mampu
mencurahkan upaya untuk perencanaan dan pemecahan masalah. - Perhatian secara individual (Individualized Consideration)
Perhatian atau pertimbangan terhadap perbedaan individual implikasinya adalah
memelihara kontak langsung face to face dan komunikasi terbuka dengan pegawai.
Pengaruh personal dan hubungan satu persatu atasan-bawahan merupakan hal
yang terpenting yang utama. Perhatian secara individual tersebut dapat sebagai
identifikasi awal terhadap para bawahan terutama bawahan yang mempunyai
potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Sedangkan monitoring merupakan bentuk
perhatian individual yang ditunjukan melalui tindakan konsultasi, nasehat dan
tuntutan yang diberikan oleh senior kepada yunior yang belum berpengalaman nilai
dibandingkan dengan seniornya.
John M. Ivancevich (2006), ciri-ciri kepemimpinan transformasional ada tiga, yaitu: - Karisma. Pemimpin mampu menanamkan rasa kebernilaian, hormat, dan bangga
serta mengartikulasi visi. - Perhatian Individual. Pemimpin memperhatikan kebutuhan dari para pengikut dan
memberikan proyek yang bermakna sehingga para pengikut akan tumbuh secara
pribadi. - Stimulasi Intelektual. Pemimpin membantu para pengikut untuk berpikir ulang
dengan cara rasional bagaimana cara menganalisis situasi. Dia mendorong para
pengikut untuk menjadi kreatif.
Berdasarkan pemaparan beberapa teori di atas, bahwa dapat dipahami kepemimpinan
transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menginspirasi, mengarahkan dan
menggerakkan pengikut kepada perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dan inovatif
untuk mencapai tujuan bersama yang ditandai dengan empat ciri, yaitu: karismatik,
inspirasi, stimulasi intelektual dan perhatian individu
