Kegunaan modal sosial


Dari berbagai peran modal sosial yang telah diungkapkan tersebut di atas,
ternyata modal sosial juga mempunyai kegunaan dalam kehidupan bermasyarakat,
seperti yang diungkapkan oleh para ahli, sebagai berikut:
Putnam (1993) menunjukkan bukti bahwa pertumbuhan ekonomi sangat
berhubungan erat dengan modal sosial. Pertumbuhan ekonomi suau masyarakat
akan baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Hadirnya hubungan yang erat antar anggota masyarakat;
b. Adanya pemimpin yang jujur dan egaliter yang memperlakukan dirinya sebagai
bagian dari masyarakat dan bukan sebagai penguasa.
Goleman (1995) berargumentasi bahwa kemajuan karir seseorang lebih ditentukan
oleh angka kecerdasan emosional (EQ) (modal sosial) dari pada angka kecerdasan
yang bersifat kognitif (IQ). Menurut Lin dan Dumin (1996): suksesnya seseorang
didalam memperoleh pekerjaan dipengaruhi oleh modal sosial yang dimilikinya.
Burt (1997): kompensasi yang diperoleh pekerja juga dipengaruhi oleh modal
sosial yang dimilikinya.
Menurut Gabbay dan Zukerman (1998): individu yang memiliki modal sosial yang
tinggi ternyata lebih maju dalam karir jika dibandingkan dengan mereka yang
modal sosialnya rendah. Ancok (2003): modal sosial akan memungkinkan manusia
bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Akumulasi pengetahuan
akan berjalan lebih cepat melalui interaksi antar manusia yang berbagi wawasan.
Akumulasi pengetahuan sebagai hasil dari interaksi sosial menjadi kekuatan
organisasi karena dia bisa menciptakan berbagai inovasi.