Dalam konteks membangun sebuah bangsa tidak hanya membutuhkan modal
finansial yang besar tetapi juga membutuhkan modal sosial yang tangguh dan
setiap anggotanya mampu menjadi partisipatory aktif serta mempunyai kemauan
dan kesamaan tujuan yang hendak dicapai. Modal sosial merupakan salah satu
unsur yang memiliki kontribusi yang sangat penting dalam pembangunan
berkelanjutan (Sustainable development) terlebih di era informasi yang ditandai
dengan semakin berkurangnya tatap muka, modal sosial semakin penting
peranannya. Hasil penelusuran penulis dari beberapa lieratur tentang modal sosial,
menegaskan terdapat suatu hal yang sangat menarik untuk dilakukan kajian adalah
sampai saat ini belum ada satu pun kesepakatan yang bersifat formal tentang
episentrum dan keaslian serta proses-proses pembentukan modal sosial, tetapi satu
hal yang membuat kita lega adalah adanya suatu kesepahaman dan kesepakatan
diantara para ahli bahwa sedemikian pentingnya peran modal sosial dalam proses
pembangunan dan yang lebih menguatkan keyakinan penulis adalah telah menjadi
kesepakatan umum bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari suatu
pembangunan adalah partisipasi publik, yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai
modal sosial.
Konsep pembangunan yang mengabaikan nilai-nilai modal sosial yang hidup
dan berkembang dimasyarakat akan menjadi hampa, rapuh dan pembangunan tidak
akan memiliki visi yang jelas dan pada akhirnya misi dari pembangunan tersebut
tidak akan tercapai. Peran modal sosial dapat dikatakan sebagai roh nya dari
pembangunan yang berkelanjutan, artinya pembangunan berkelanjutan yang baik
harus mengedepankan faktor partisipasi publik secara aktif dan hal ini dapat
diperoleh dengan cara memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut
dan bukan kepentingan golongan tertentu.
