Menurut Piere Bourdieu, definisi modal sosial adalah jumlah sumber daya, aktual
atau maya, yang berkumpul pada seorang individu atau kelompok karena memiliki
jaringan tahan lama berupa hubungan timbal balik perkenalan dan pengakuan yang
sedikit banyak terinstitusionalisasikan (Field, 2011:23). James Coleman mendefinisikan
social capital yaitu kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama-sama demi mencapai
tujuan-tujuan bersama di dalam berbagai kelompok dan organisasi (dalam Fukuyama,
2007:12). Robert D. Putnam, mendefinisikan modal sosial adalah bagian dari kehidupan
sosial seperti jaringan, norma, dan kepercayaan yang mendorong partisipan bertindak
bersama secara lebih efektif untuk mencapai tujuan-tujuan bersama (dalam Field, 2011:
51).
Francis Fukuyama (2002:22) mendefinisikan modal sosial secara sederhana
sebagai serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama di
antara para anggota-anggota suatu kelompok memungkinkan terjalinnya kerja sama di
antara mereka. Jika para anggota kelompok itu mengharapkan bahwa anggota-anggota
yang lain akan berperilaku jujur dan terpercaya, maka mereka akan saling mempercayai.
Jika orang-orang yang bekerja sama dalam sebuah perusahaan saling mempercayai dan
bekerja menurut serangkaian norma etis bersama, maka berbisnis hanya memerlukan
sedikit biaya (Fukuyama, 2007: 38).
