Wirawan (2010 : 16-17) menyebutkan dimensi budaya kerja internal
meliputi asumsi-asumsi:
- Locus control
Misalnya apakah akryawan dapat mengontrol output tindakan mereka atau tidak. - Sifat penurut (malleability)
Misalnya apakah sifat pegawai dapat dirubah atau tidak. - Orientasi ke masa depan (futuristic orientation)
Misalnya apakah pegawai dalam merencanakan tindakannya berorientasi pada masa
depan atau tidak. - Proaktivitas/reaktivitas (proactivity/reactivity)
Mengenai apakah pegawai mengambil inisiatif personal atau sekedar bereaksi
terhadap permintaan ekstern ketika mencoba objektif pekerjaannya atau tidak - Pencari tanggung jawab (responsibility seeking
Misalnya apakah pegawai menerima dan mencari tanggung jawab dalam
pekerjaannya atau tidak atau tidak. - Partisipasi (Participation)
Misalnya apakah pegawai lebih menyukai delegasi pada semua level dan senang
dikonsultasikan mengenai sesuatu yang berhubungan dengan mereka. - Kewajiban kepada orang lain (obligation toward others)
Misalnya apakah pegawai merasa berkewajiban untuk memenuhi kewajiban mereka
kepada orang lain di tempat kerja
