Menurut Robbins dalam Tika (2006: 10) terdapat beberapa karakteristik yang
apabila dicampur dan dicocokkan maka akan menjadi budaya internal yaitu :
- Inisiatif individu yaitu sejauh mana organisasi memberikan kebebasan
kepada setiap pegawai dalam mengemukakan pendapat atau ide-ide yang
di dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Inisiatif individu tersebut perlu
dihargai oleh kelompok atau pimpinan suatu organisasi sepanjang
menyangkut ide untuk memajukan dan mengembangkan organisasi.
Menurut Ki Hajar Dewantara dalam Liliweri (2002:71). Manusia memiliki
unsur-unsur potensi budaya yaitu pikiran (cipta), rasa dan kehendak
(karsa). Hasil ketiga potensi budaya itulah yang disebut kebudayaan.
Dengan kata lain kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan cipta manusia
mengembangkan kemampuan alam pikir yang menimbulkan ilmu
pengetahuan. Dengan rasa manusia menggunakan panca inderanya yang
menimbulkan karya-karya seni atau kesenian. Dengan karsa manusia
menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan dan kebahagiaan sehingga
berkembanglah kehidupan beragama dan kesusilaan. - Pengarahan yaitu sejauh mana pimpinan suatu organisasi dapat
menciptakan dengan jelas sasaran dan harapan yang diinginkan, sehingga
para pegawai dapat memahaminya dan segala kegiatan yang dilakukan
para pegawai mengarah pada pencapaian tujuan organisasi. Sasaran dan
harapan tersebut jelas tercantum dalam visi dan misi. Bentuk Pengarahan
Pada umumnya pimpinan menginginkan pengarahan kepada anggota atau
karyawan dengan maksud agar mereka bersedia bekerja dengan sebaik
mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsip- prinsip. Maka
adapun dengan bentuk atau cara menurut Faisal Afiff, (1994: 40-41)
berupa:
a. Orientasi
Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu
supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.
b. Perintah
Merupakan permintaan daripimpinan kepada orang yang berada
dibawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu
pada keadaan tertentu.
c. Delegasi
Wewenang dalam pendelegasisan wewenang ini pimpinan
melimpahkan sebagian dariwewenang yang dimilikinya kepada
bawahan. - Integrasi yaitu sejauh mana suatu organisasi dapat mendorong unit-unit
organisasi untuk bekerja dengan cara yang terkoordinasi. Menurut
Handoko (2003 : 195) koordinasi merupakan proses pengintegrasian
tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada unit-unit yang terpisah
(departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk
mencapai tujuan. - Kontrol yaitu adanya pengawasan dari para pimpinan terhadap para
pegawai dengan menggunakan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan
demi kelancaran organisasi. Pengawasan menurut Handoko (2003: 360)
dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan
organisasi tercapai. Dalam pengawasan terdapat beberapa tipe
pengawasan seperti yang diungkapkan Winardi dalam Badrudin (2013:
589). Fungsi pengawasan dapat dibagi dalam tiga macam tipe, atas dasar
fokus aktivitas pengawasan, antara lain:
a. Pengawasan Pendahuluan (preliminary control)
Prosedur-prosedur pengawasan pendahuluan mencakup semua upaya
manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual
akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang
direncanakan. Dipandang dari sudut prespektif demikian, maka
kebijaksanaan-kebijaksanaan merupakan pedoman-pedoman untuk
tindakan masa mendatang. Tetapi, walaupun demikian penting untuk
membedakan tindakan menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan dan
tindakan mengimplementasikannya. Merumuskan kebijakan-kebijakan
termasuk dalam fungsi perencanaan sedangkan tndakan
mengimplementasi kebijaksanaan merupakan bagian dari fungsi
pengawasan.
Pengawasan pendahuluan meliputi: - Pengawasan pendahuluan sumber daya manusia.
- Pengawasan pendahuluan bahan-bahan.
- Pengawasan pendahuluan modal
- Pengawasan pendahuluan sumber-sumber daya finansial
b. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para
supervisor yang mengarahkan pekerjaanpara bawahan mereka.
Direction berhubungan dengan tindakan-tindakan para manajer
sewaktu mereka berupaya untuk: - Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan
metode- metode serta prosedur-prsedur yang tepat. - Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
Proses memberikan pengarahan bukan saja meliputi cara dengan apa
petunjuk-petunjuk dikomunikasikan tetapi ia meliputi juga sikap
orang-orang yang memberikan penyerahan.
c. Pengawasan Feed Back (feed back control)
Sifat khas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik)
adalah bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai
landasan untuk mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang. - Sistem imbalan menurut Siagian dalam Handoko (2003:102) adalah
pemberian salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan atas
sumbanganya kepada organisasi terutama tercermin dari prestasi
karyanya, imbalan yaitu sejauh mana alokasi imbalan (seperti kenaikan
gaji, promosi, dan sebagainya) didasarkan atas prestasi kerja pegawai,
bukan sebaliknya didasarkan atas senioritas, sikap pilih kasih, dan
sebagainya. - Pola komunikasi yaitu sejauh mana komunikasi dalam organisasi yang
dibatasi oleh hierarki kewenangan yang formal dapat berjalan baik.
Menurut Handoko (2003: 272) komunikasi itu sendiri merupakan proses
pemindahan pengertian atau informasi dari seseorang ke orang lain.
Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat memenuhi
kebutuhan sasarannya, sehingga akhirnya dapat memberikan hasil yang
lebih efektif. Pola komunikasi yang ada dalam organisasi dapat dibagi
menjadi 2 (dua) bagian besar, yaitu komunikasi Vertikal (ke atas dan
Kebawah) dan Komunikasi Horisontal (setara) Di kedua jenis komunikasi
ke atas maupun ke bawah, manajemen mengendalikan sistem
komunikasinya.
a. Vertical Communication (komunikasi tegak) merupakan pengiriman
dan penerimaan pesan di antara level sebuah hirarki, ke bawah dan
keatas.
b. Horizontal Communication (komunikasi mendatar) merupakan
pengiriman dan penerimaan pesan di antara individu dalam level yang
sama dalam sebuah hirarki.
