Robbins (2002) mengidentifikasi ada 5 fungsi penting dari
budaya organisasi. Fungsi – fungsi berikut diantaranya :
- Budaya membentuk suatu pembedaan yang tegas dan jelas dari
suatu organisasi. - Budaya melahirkan sebuah rasa identitas bagi setiap anggota
organisasi. - Budaya adalah suatu alat yang memberikan kemudahan dalam
menciptakan komitmen anggota pada organisasi. Sebuah komitmen
yang lebih besar dibandingkan dengan hanya sekedar kepentingan
individual. - Budaya adalah sebuah alat perekat sosial yang membantu
mempersatukan anggota organisasi yang satu dengan lainnya, juga
memberikan standar-standar yang dilakukan karyawan secara tepat. - Budaya organisasi akan membentuk dan memandu sikap serta
perilaku karyawan, baik dalam berinteraksi di internal maupun eksternal
organisasi.
Menurut Tika (2010) ada beberapa unsur yang mempengaruhi
terbentuknya budaya organisasi yaitu: - Asumsi dasar
Asumsi dasar berfungsi sebagai pedoman bagi anggota maupun
kelompok dalam organisasi untuk berperilaku. - Keyakinan untuk dianut
Dalam budaya organisasi terdapat keyakinan yang dianut dan
dilaksanakan oleh para anggota organisasi. Keyakinan ini mengandung
nilai-nilai yang dapat berbentuk slogan atau moto, asumsi dasar, tujuan
umum organisasi/perusahaan, filosofi usaha, atau prinsip-prinsip yang
menjelaskan usaha. - Pemimpin atau kelompok pencipta pengembangan budaya
organisasi
Budaya organisasi perlu diciptakan dan dikembangkan oleh
pemimpin organisasi atau kelompok tertentu dalam organisasi tersebut. - Pedoman mengatasi masalah
Dalam organisasi terdapat dua masalah pokok yang sering
muncul, yakni masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Kedua
masalah tersebut dapat diatasi dengan asumsi dasar keyakinan yang
dianut bersama anggota organisasi. - Berbagi nilai (sharing value)
Dalam budaya organisasi perlu berbagai nilai terhadap apa yang
paling penting diinginkan atau apa yang lebih baik atau berharga bagi
seseorang. - Pewarisan (learning process)
Asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota
organisasi perlu diwariskan kepada anggota-anggota baru dalam
organisasi sebagai pedoman untuk bertindak dan berperilaku dalam
organisasi/perusahaan tersebut. - Penyesuaian atau adaptasi
Perlu adanya penyesuaian terhadap pelaksanaan peraturan atau
norma yang berlaku dalam organisasi tersebut, serta penyesuaian antara
organisasi dengan perubahan lingkungan.
