Kasmir (Kasmir, 2016, hal. 208) menyatakan ada beberapa faktor yang
dapat dijadikan acuan untuk mengukur kinerja karyawan, diantaranya:
- Kuantitas Pekerjaan
Menunjukkan jumlah pekerjaan yang dihasilkan sebagai syarat yang
menjadi standar pekerjaan, dan dinyatakan dalam istilah: jumlah unit atau jumlah
siklus aktivitas yang telah diselesaikan. - Kualitas Pekerjaan
Kualitas yang dimaksud ialah terpenuhinya persyaratan suatu pekerjaan atas
kualitas yang sudah ditentukan oleh perusahaan, serta persepsi karyawan
terhadap kualitas dan kesempurnaan tugas terhadap kemampuan karyawan. - Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu ialah suatu pekerjaan yang diselesaikan dengan
memaksimalkan waktu yang sudah ditetapkan diawal, dengan melihat hasil yang
diperoleh dalam waktu yang disediakan. - Penekanan Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas perusahaan sudah
dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan. Artinya dengan biaya yang sudah
dianggarkan tersebut merupakan acuan agar tidak melebihi dari yang sudah
dianggarkan. Jika pengeluaran biaya melebihi anggaran yang telah ditetapkan
maka akan terjadi pemborosan, sehingga kinerjanya dianggap kurang baik
demikian pula jika pengeluaran biaya sesuai dengan anggaran maka tidak akan
terjadi pemborosan, dan sehingga kinerjanya dianggap baik. - Pengawasan
Hampir seluruh jenis pekerjaan perlu melakukan pengawasan terhadap
pekerjaan yang sedang berjalan. Pada dasarnya situasi dan kondisi selalu
berubah dari keadaan yang baik menjadi tidak baik atau sebaliknya. Oleh karena
itu, setiap aktivitas pekerjaan memerlukan pengawasan sehingga tidak
melenceng dari yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan maka setiap
pekerjaan akan menghasilkan kinerja yang baik. Dengan melakukan pengawasan
karyawan akan lebih bertanggung jawab atas pekerjaannya dan jika terjadi
penyimpangan akan memudahkan untuk melakukan koreksi dan melakukan
perbaikan secepatnya. Artinya pengawasan sangat diperlukan dalam rangka
mengendalikan aktivitas karyawan agar tidak meleset dari yang sudah
direncanakan atau ditetapkan. - Hubungan antar Karyawan
Penilaian kinerja sering kali dikaitkan dengan kerja sama atau kerukunan
antar karyawan dan antar pimpinan. Hubungan ini sering kali juga dikaitkan
sebagai hubungan antar perseorangan. Dalam hubungan ini diukur apakah
seorang karyawan mampu untuk mengembangkan perasaan saling menghargai,
niat baik, dan kerja sama antar karyawan satu dengan karyawan yang lainnya.
Hubungan antar perseorangan akan menciptakan suasana yang nyaman dan kerja
sama yang memungkinkan satu sama lain saling mendukung untuk
menghasilkan aktivitas pekerjaan yang lebih baik.
