(Tumigolung et al., 2019) menyatakan bahwa budaya organisasi
adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan,
diciptakan, atau dikembangan oleh suatu kelompok tertentu dengan
maksud agar organisasi belajar mengatasi masalah-masalahnya yang
timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah
berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada
anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami,
memikirkan dan merasakan berkenaan dengan masalah-masalah
tersebut.
(Andayani & Soehari, 2019) Budaya organisasi adalah norma-norma
yang telah disepakati untuk menuntun perilaku individu dalam
organisasi. Budaya organisasi menunjukkan nilai, keyakinan,
prinsip, tradisi, dan cara sekelompok orang beraktivitas dalam
organisasi. (Magdalena, B, Stefanus , R & Putera, R.S, 2022)
Budaya organisasi adalah suatu norma dan nilai-nilai yang dibentuk
dan diterapkan oleh perusahaan untuk mempengaruhi karakteristik
atau perilaku dalam memimpin karyawannya agar dapat
mengerjakan tugas dengan tepat waktu dan membimbing karyawan
dalam mencapai tujuan organisasi.
Menurut Narayana (2017:73) budaya organisasi adalah tradisi atau
keyakinan organisasi yang membedakannya dari organisasi lain dan
memberikan kehidupan tertentu pada kerangka dan struktur
organisasi tersebut. Budaya dikonseptualisasikan sebagai keyakinan
dan nilai bersama dalam organisasi yang membantu membentuk pola
perilaku karyawan.
Edi Sutrisno (2019:2) budaya organisasi juga disebut budaya
perusahaan, yaitu seperangkat nilai-nilai atau norma-norma yang
telah relatif lama berlakunya, dianut bersama oleh para anggota
organisasi (karyawan) sebagai norma perilaku dalam menyelesaikan
masalah-masalah organisasi (perusahaan).
