Teori – Teori Motivasi Menurut Para Ahli


Pegawai memiliki peran penting dalam suatu organisasi, sebagai pemikir,
perencana, dan pengendali aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan organisasi,
oleh karena itu perlu adanya motivasi untuk memberikan dorongan kepada
pegawai, agar pegawai dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan
baik dan benar. (Kustrianingsih et al., 2016) mengelompokkan teori – teori
motivasi sebagai berikut :

  1. Teori Motivasi menurut Maslow :
    a. Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan dasar yang diperlukan seseorang untuk
    mempertahankan kelangsungan hidupnya, seperti makan, minum, bernapas,
    rumah, pakaian dan kebutuhan jasmani lainnya.
    b. Kebutuhan rasa aman yaitu kebutuhan akan keamanan dari berbagai
    ancaman, seperti merasa aman dari ancaman kecelakaan kerja, seorang
    pegawai membutuhkan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan
    sosial, dan jaminan hari tua jika tidak lagi bekerja.
    c. Kebutuhan sosial, setiap orang butuh bersosialisasi, berteman, dan
    berinteraksi, selain itu setiap orang ingin dicintai dan diterima dalam
    pergaulan kelompok organisasi dan lingkungannya.
    d. Kebutuhan akan penghargaan yaitu kebutuhan untuk dihormati, dan dihargai
    oleh orang lain, kebutuhan pengakuan atas kemampuan dan keahlian yang
    dimiliki seseorang, serta kebutuhan penghargaan prestasi dari kelompok
    organisasi, dan lingkungan masyarakat.
    e. Kebutuhan aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan kecakapan,
    kemampuan, keterampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja
    yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain.
  2. Teori X dan Teori Y
    Douglas McGregor mengemukakan dua pandangan yang berbeda mengenai
    manusia, yang satu positif, yang ditandai dengan Teori Y, dan yang satu negatif
    yang ditandai dengan Teori X. Teori X menyatakan bahwa pegawai yang bekerja
    dalam suatu organisasi pada dasarnya tidak termotivasi dan tidak suka bekerja.
    Maka dari itu pegawai perlu diawasi, dipaksa dan diberi peringatan untuk
    mengerjakan pekerjaan nya. Teori Y menyatakan pada dasarnya pegawai yang
    bekerja pada suatu organisasi sudah termotivasi, kreatif, dan bertanggung jawab
    terhadap pekerjaannya, pegawai yang masuk dalam kategori Y menganggap
    pekerjaan adalah bagian dari hidupnya.
  3. Teori Motivasi Mc Clelland
    Teori ini menyatakan bahwa seorang pegawai mempunyai cadangan energi
    potensial. Yang dapat dilepaskan atau dikembangkan itu semua tergantung pada
    motivasi yang mendorong pegawai serta didukung oleh situasi dan kesempatan
    yang tersedia. Motivasi yang mengarahkan pada cadangan energy potensial
    terpusat pada tiga bentuk kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (need of
    achievement ) yaitu kebutuhan yang mendorong pegawai untuk berprestasi bila
    target yang akan dicapai nyata dan mempunyai peluang untuk diperoleh dan
    cenderung akan menimbulkan kreativitas pegawai, kebutuhan akan kekuasaan (
    need of power) yaitu keinginan seseorang untuk dapat mempengaruhi dan
    mengendalikan orang lain, dan kebutuhan akan afiliasi (need of affiliation) yaitu
    kebutuhan untuk memperoleh hubungan sosial yang baik.