Budaya organisasi merupakan suatu aturan yang berada didalam suatu
organisasi yang dijadikan sebagai pegangan dari sumber daya manusia (SDM)
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta berperilaku dan
bertindak sesuai dengan nilai yang berlaku didalam organisasi tersebut.
(Atmosoeprapto, 2011). Budaya organisasi selalu berkaitan dengan bagaimana
pegawai dalam mempersepsikan karakteristik dari suatu organisasi bukan dengan
apa mereka menyukai budaya tersebut (Jufrizen, 2017). Menurut (Robbins, 2013)
terdapat beberapa karakteristik primer yang membentuk budaya organisasi, yaitu:
- Perhatian terhadap detail, tingkat tuntutan terhadap pegawai untuk mampu
menunjukkan ketepatan, analisis, dan perhatian terhadap detail. - Berorientasi kepada hasil, tingkat tuntutan terhadap manajemen untuk
memusatkan perhatian pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang
digunakan untuk mencapai hasil tersebut - Berorientasi kepada manusia, tingkat keputusan manajemen dalam
mempertimbangkan efek-efek hasil terhadap pegawai dalam suatu organisasi. - Berorientasi kepada tim organisasi, tingkat aktivitas pekerjaan pegawai yang
diatur berdasar tim, bukan berdasarkan individu. - Keagresifan, tingkat tuntutan terhadap pegawai agar berlaku agresif dan
kompetitif dalam mewujudkan pekerjaan nya dan bukannya santai-santai. - Stabilitas, tingkat penekanan kegiatan organisasi dalam mempertahankan
status quo bukannya pertumbuhan.
