Keith Davis dalam Mangkunegara (2007:13 menjelaskan bahwa faktor yang
mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi
(motivation). Berikut ini adalah uraian tentang faktor-faktor tersebut.
- Faktor Kemampuan (Ability)
Secara psikologis, kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan
kemampuan reality (knowladge and skill). Artinya, pimpinan dan
karyawan yang memiliki IQ di atas rata-rata (IQ 110-120) apalagi superior,
very superior, gifted dan genius dengan pendidikan yang memadai untuk
jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka
akan lebih mudah mencapai kinerja maksimal. - Faktor motivasi (Motivation)
Motivasi diartikan suatu sikap (attitude) pemimpin dan karyawan terhadap
situasi kerja di lingkungan organisasinya. Mereka yang bersikap positif
(pro) terhadap situasi kerjanya akan menunjukkan motivasi kerja tinggi dan
sebaliknya. Jika mereka bersikap negatif (kontra) terhadap situasi kerjanya
akan menunjukkan motivasi kerja yang rendah. Situasi kerja yang
dimaksud mencakup antara lain hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim kerja,
kebajikan pemimpin, pola kepemimpinan dan kondisi kerja.
Menurut Herny Simamora dalam Mangkunegara 2007: 14) kinerja dipengaruhi
oleh tiga faktor, yaitu: - Faktor individual yang terdiri dari:
- Kemampuan dan keahlian
- Latar belakang
- Demografi
- Faktor psikologi yang terdiri dari:
- Persepsi
- Attitude
- Personality
- Pembelajaran
- Motivasi
- Faktor organisasi yang terdirid dari
- Sumber daya
- Kepemimpinan
- Penghargaan
- Struktur
- Job design
