Pengembangan sumber daya manusia dalam suatu organisasi adalah
upaya peningkatan kemampuan pegawai yang dalam penelitian ini dilakukan
melalui pendidikan dan pelatihan dalam rangka mencapai tujuan organisasi
secara efisien dan efektif.
CIDA (Canadian International Development Agency) mengemukakan
bahwa pengembangan sumber daya manusia menekankan manusia baik sebagai
alat (means) maupun sebagai tujuan akhir pembangunan. Dalam jangka pendek,
dapat diartikan sebagai pengembangan pendidikan dan pelatihan untuk
memenuhi segera tenaga ahli tehnik, kepemimpinan, tenaga administrasi.
Pengertian di atas meletakan manusia sebagai pelaku dan penerima
pembangunan. Tindakan yang perlu dilakukan dalam jangka pendek adalah
memberikan pendidikan dan latihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja
terampil. Meskipun unsur kesehatan dan gizi, kesempatan kerja, lingkungan
hidup yang sehat, pengembangan karir ditempat kerja, dan kehidupan politik
yang bebas termasuk pendukung dalam pengembangan sumber daya manusia,
pendidikan dan pelatihan merupakan unsur terpenting dalam pengembangannya.
Setiap organisasi apapun bentuknya senantiasa akan berupaya dapat
tercapainya tujuan organisasi yang bersangkutan dengan efektif dan efisien.
Efisiensi maupun efektivitas organisasi sangat tergantung pada baik dan
buruknya pengembangan sumber daya manusia/anggota organisasi itu sendiri.
Dalam kaitannya dengan penyerahan kewenangan sumber daya manusia,
aspek pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam upaya
mengelola sumber daya manusia secara keseluruhan. Pada hakekatnya
pengembangan sumber daya manusia mempunyai dimensi luas yang bertujuan
meningkatkan potensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia, sebagai upaya
meningkatkan profesionalisme dalam organisasi (Wayne dan Awad, 1981:29).
Pengembangan sumber daya manusia yang terarah dan terencana disertai
pengelolaan yang baik akan dapat menghemat sumber daya lainnya atau setidaktidaknya pengolahan dan pemakaian sumber daya organisasi dapat secara
berdaya guna dan berhasil guna.
Pengembangan sumber daya manusia merupakan keharusan mutlak bagi
suatu organisasi dalam menghadapi tuntutan tugas sekarang maupun dan
terutama untuk menjawab tantangan masa depan (Siagian, 1994:182). Kondisi
“conditio sine quanon” ini dapat dikategorikan sebagai bentuk investasi yaitu
human investasi.
Meskipun program orientasi pengembangan ini memakan waktu dan
dana, semua organisasi mempunyai keharusan untuk melaksanakannya, dan
menyebut biaya-biaya untuk berbagai program tersebut sebagai investasi dalam
sumber daya manusia. Ada dua tujuan utama dalam hal ini, pertama,
pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” antara kecakapan atau
kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan. Kedua, program tersebut
diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam
mencapai sasaran-sasaran kerja yang ditetapkan. (Handoko, 2004: 103).
Pencapaian keselarasan tujuan tersebut tentunya harus ditempuh melalui
suatu proses tahapan panjang yang dimulai dari perencanaan sampai dengan
pengelolaan dan pemeliharaan potensi sumber daya manusia. Karena secara
makro Pengembangan sumber daya manusia (human resourses development)
merupakan suatu proses peningkatan kualitas atau kemampuan manusia, yaitu
mencakup perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia
(Notoatmodjo, 1998:2-3).
Dalam hal ini pengembangan sumber daya manusia mempunyai ruang
lingkup lebih luas dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan,
kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian, sehingga dapat memegang
tanggungjawab dimasa yang akan datang (Handoko, 2004 : 104).
