Pengertian Kinerja


Kinerja sama artinya dengan performance. Performance ialah hasil kerja atau
prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan
hanya hasil kerja, tetapi termasuk berlangsungnya proses pekerjaan. Kinerja adalah
hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi,
kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi (Armstrong dan
Baron, 1998). Kinerja ialah cara melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari
pekerjaan tersebut. Jadi kinerja ialah hal-hal yang dikerjakan dan cara
mengerjakannya.
Kinerja (prestasi kerja) ialah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dan Prabu, 2000). Menurut
Sulistiyani (2003) kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha
dan kesempatan yang dinilai dari hasil kerjanya.” Bernadin dan Russel (dalam
Sulistiyani, 2003) menjelaskan bahwa kinerja merupakan dampak yang dihasilkan
dari fungsi pegawai tertentu atau kegiatan yang dilakukan selama periode waktu
tertentu.
Gibson et al. (2002) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang diinginkan
dari perilaku, dan kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi. 5 29 Gomes (2001)
menyatakan bahwa kinerja seseorang dapat diukur dalam hal: (a) Quantity of work,
yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan; (b)
Quality of work, yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat
kesesuaian dan kesiapannya; (c) Job knowledge, yaitu luasnya pengetahuan mengenai
pekerjaan dan keterampilannya; (d) Creativeness, yaitu keaslian gagasan-gagasan
yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan
yang timbul; (e) Cooperation, yaitu kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain
(sesama anggota organisasi); (f) Dependability, yaitu kesadaran dan dapat dipercaya
dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja; (g) Initiative, yaitu semangat untuk
melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya; dan (h)
Personal qualities, yaitu menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramah tamahan,
dan integritas pribadi.
Kinerja dapat diartikan sebagai hasil dari suatu perkerjaan yang dapat dilihat
atau yang dapat dirasakan. Kinerja bisa diukur melalui standar kompetensi kerja dan
indikator keberhasilan yang dicapai seseorang dalam suatu jabatan/pekerjaan tersebut
(Padmowihardjo, 2010). Kinerja seseorang ditentukan oleh kemampuan ketiga aspek
perilaku yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Selama antara kinerja yang dimiliki
petugas dengan kinerja yang dituntut oleh jabatannya terdapat kesenjangan, petugas
tersebut tidak dapat berprestasi dengan baik dalam menyelesaikan tugas pokoknya.