Samir (2005) mengemukakan bahwa indikator dalam mengukur keberhasilan
usaha atau kinerja organisasi, yaitu sebagai berikut :
a. Produktivitas, yang diukur melalui perubahan output kepada perubahan di
semua faktor input (modal dan tenaga kerja).
b. Perubahan di tingkat kepegawaian (output, teknologi, cadangan modal,
mekanisme penyesuaian, dan pengaruh terhadap perubahan status).
c. Rasio finansial (mengurangi biaya pegawai dan meningkatkan nilai tambah
pegawai).
Keberhasilan usaha diidentikkan dengan perkembangan perusahaan.
Istilah itu diartikan sebagai suatu proses peningkatan kuantitas dari dimensi
perusahaan. Perkembangan perusahaan adalah proses dalam pertambahan jumlah
karyawan, peningkatan modal, dan lain-lain.
Beberapa indikator dalam menentukan keberhasilan usaha menurut Noor
(2007) adalah sebagai berikut :
- (Laba/Profitability)
Laba merupakan tujuan utama dari bisnis. Laba usaha adalah selisih antara
pendapatan dengan biaya.
b. Produktivitas dan Efisiensi
Besar kecilnya produktivitas suatu usaha akan menentukan besar kecilnya
produksi. Hal ini akan mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada
akhirnya menentukan besar kecilnya pendapatan, sehingga mempengaruhi
besar kecilnya laba yang diperoleh.
c. Daya Saing
Daya saing adalah kemampuan atau ketangguhan dalam bersaing untuk
merebut perhatian dan loyalitas konsumen. Suatu bisnis dapat dikatakan
berhasil, bila dapat mengalahkan pesaing atau paling tidak masih bisa
bertahan menghadapi pesaing.
d. Kompetensi dan Etika Usaha
Kompetensi merupakan akumulasi dari pengetahuan, hasil penelitian, dan
pengalaman secara kuantitatif maupun kualitatif dalam bidangnya sehingga
dapat menghasilkan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman.
e. Terbangunnya citra baik
Citra baik perusahaan terbagi menjadi dua yaitu, trust internal dan trust
external. Trust internal adalah amanah atau trust dari segenap orang yang ada
dalam perusahaan. Sedangkan trust external adalah timbulnya rasa amanah
atau percaya dari segenap stakeholder perusahaan, baik itu konsumen,
pemasok, pemerintah, maupun masyarakat luas, bahkan juga pesaing.
Indikator keberhasilan usaha menurut Riyanti (2003), kriteria yang cukup
signifikan untuk menentukan keberhasilan suatu usaha dapat dilihat dari :
a. Peningkatan dalam akumulasi modal atau peningkatan modal
b. Jumlah produksi
c. Jumlah pelanggan
d. Perluasan usaha
e. Perluasan daerah pemasaran
f. Perbaikan sarana fisik dan
g. Pendapatan usaha
Adapun indikator keberhasilan usaha menurut Suryana (2003)
keberhasilan usaha terdiri dari :
a. Modal
b. Pendapatan
c. Volume Penjualan
d. Output produksi
e. Tenaga Kerja
