Kegiatan pengendalian mutu bertujuan agar semua kondisi barang
diperiksa berdasarkan standar yang ditetapkan. Bila terdapat penyimpangan dari
standar dicatat untuk dianalisis. Hasil analisis pengendalian mutu tersebut
digunakan untuk dijadikan pedoman atau perbaikan sistem kerja, sehingga produk
yang bersangkutan sesuai dengan standar yang ditentukan. Pelaksanaan
pengawasan mutu dan kegiatan produksi harus dilaksanakan secara terus-menerus
untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rencana
standaragar segera diperbaiki. Menurut Prawirosentono (2004) yang menyatakan:
Tujuan pokok dari pengendalian mutu adalah untuk mengetahui sampai
sejauhmana proses dan hasil prosuk (jasa) yang dibuat sesuai dengan standar yang
ditetapkan perusahaan. Pengendalian mutu merupakan upaya untuk mencapai dan
mempertahankan standar bentuk, kegunaan, dan warna yang direncanakan.
Dengan perkataan lain, pengendalian mutu ditujukan untuk mengupayakan agar
produk (jasa) akhir sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan menurut Assauri(2004), secara terperinci dapat dikatakan
bahwa tujuan dari pengendalian mutu adalah:
a. Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang
telahditetapkan.
b. Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.
c. Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan
menggunakan mutu produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin
d. Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin.
