Faktor-faktor yang Mempengaruhi SDM


Michael Zwell sebagaimana yang dikutip oleh Wibowo
(2013) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang, yaitu
sebagai berikut:

  1. Keyakinan dan nilai-nilai. Keyakinan orang tentang dirinya
    maupun terhadap orang lain akan sangat memengaruhi
    perilaku. Apabila mereka tidak kreatif dan inovatif, mereka
    tidak akan berusaha berfikir tentang cara baru atau berbeda
    dalam melakukan sesuatu. Setiap orang harus berpikir
    positif baik terhadap dirinya maupun orang lain dan
    menunjukkan ciri orang yang berpikir kedepan.
  2. Ketrampilan. Keterampilan merupakan peran penting di
    kebanyakan kompetensi. Berbicara di depan umum
    merupakan keterampilan yang dapat dipelajari,
    dipraktikkan, dan diperbaiki. Keterampilan menulis juga
    dapat diperbaiki dengan instruksi, praktik dan umpan balik.
    Dengan memperbaiki keterampilan berbicara di depan
    umum dan menulis, individu akan meningkat kecakapannya
    dalam kompetensi tentang perhatian terhadap komunikasi.
    Pengembangan keterampilan yang secara spesifik berkaitan
    dengan kompetensi dapat berdampak baik pada budaya
    organisasi dan kompetensi individual.
  3. Pengalaman. Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan
    pengalaman mengorganisasikan orang, komunikasi di
    hadapan kelompok, menyelesaikan masalah, dan
    sebagainya. orang yang tidak pernah berhubungan dengan
    organisasi besar dan kompleks tidak mungkin
    mengembangkan kecerdasan organisasi untuk memahami
    dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam lingkungan.
  4. Karakteristik Kepribadian. Dalam kepribadian termasuk
    banyak faktor yang diantaranya sulit untuk berubah. Akan
    tetapi, kepribadian bukannya sesuatu yang tidak dapat
    berubah. Kenyataanya, kepribadian seseorang dapat
    berubah sepanjang waktu. Orang merespon dan berinteraksi
    dengan kekuatan dan lingkungan sekitarnya. Kepribadian
    dapat mempengaruhi keahlian seorang karyawan dalam
    sejumlah kompetensi, termasuk dalam penyelesaian konflik,
    menunjukkan kepedulian interpersonal, kemampuan bekerja
    dalam tim, memberikan pengaruh dalam membangun
    hubungan dalam tim.
  5. Motivasi. Motivasi merupakan faktor dalam kompetensi
    yang dapat berubah. Dengan memeberikan dorongan,
    apresiasi terhadap pekerjaan bawahan, memberikan
    pengakuan dan perhatianindividual dari atasan dapat
    berpengaruh positif terhadap motivasi bawahan.
  6. Isu Emosional. Hambatan emosional dapat membatasi
    penguasaan kompetensi. Takut membuat kesalahan,
    menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak menjadi
    bagian, semuanya cenderung membatasi motivasi dan
    inisiatif.
  7. Kemampuan Intelektual. Kompetensi bergantung pada
    pemikiran kognitif seperti pemikiran konseptual dan
    pemikiran analitis. Faktor pengalaman dapat meningkatkan
    kecakapan dalam kompetensi.