Michael Zwell sebagaimana yang dikutip oleh Wibowo
(2013) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang, yaitu
sebagai berikut:
- Keyakinan dan nilai-nilai. Keyakinan orang tentang dirinya
maupun terhadap orang lain akan sangat memengaruhi
perilaku. Apabila mereka tidak kreatif dan inovatif, mereka
tidak akan berusaha berfikir tentang cara baru atau berbeda
dalam melakukan sesuatu. Setiap orang harus berpikir
positif baik terhadap dirinya maupun orang lain dan
menunjukkan ciri orang yang berpikir kedepan. - Ketrampilan. Keterampilan merupakan peran penting di
kebanyakan kompetensi. Berbicara di depan umum
merupakan keterampilan yang dapat dipelajari,
dipraktikkan, dan diperbaiki. Keterampilan menulis juga
dapat diperbaiki dengan instruksi, praktik dan umpan balik.
Dengan memperbaiki keterampilan berbicara di depan
umum dan menulis, individu akan meningkat kecakapannya
dalam kompetensi tentang perhatian terhadap komunikasi.
Pengembangan keterampilan yang secara spesifik berkaitan
dengan kompetensi dapat berdampak baik pada budaya
organisasi dan kompetensi individual. - Pengalaman. Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan
pengalaman mengorganisasikan orang, komunikasi di
hadapan kelompok, menyelesaikan masalah, dan
sebagainya. orang yang tidak pernah berhubungan dengan
organisasi besar dan kompleks tidak mungkin
mengembangkan kecerdasan organisasi untuk memahami
dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam lingkungan. - Karakteristik Kepribadian. Dalam kepribadian termasuk
banyak faktor yang diantaranya sulit untuk berubah. Akan
tetapi, kepribadian bukannya sesuatu yang tidak dapat
berubah. Kenyataanya, kepribadian seseorang dapat
berubah sepanjang waktu. Orang merespon dan berinteraksi
dengan kekuatan dan lingkungan sekitarnya. Kepribadian
dapat mempengaruhi keahlian seorang karyawan dalam
sejumlah kompetensi, termasuk dalam penyelesaian konflik,
menunjukkan kepedulian interpersonal, kemampuan bekerja
dalam tim, memberikan pengaruh dalam membangun
hubungan dalam tim. - Motivasi. Motivasi merupakan faktor dalam kompetensi
yang dapat berubah. Dengan memeberikan dorongan,
apresiasi terhadap pekerjaan bawahan, memberikan
pengakuan dan perhatianindividual dari atasan dapat
berpengaruh positif terhadap motivasi bawahan. - Isu Emosional. Hambatan emosional dapat membatasi
penguasaan kompetensi. Takut membuat kesalahan,
menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak menjadi
bagian, semuanya cenderung membatasi motivasi dan
inisiatif. - Kemampuan Intelektual. Kompetensi bergantung pada
pemikiran kognitif seperti pemikiran konseptual dan
pemikiran analitis. Faktor pengalaman dapat meningkatkan
kecakapan dalam kompetensi.
