Menurut Griffin (2018), komitmen organisasi merupakan sikap yang
mencerminkan sejauh mana seseorang mengetahui dan berkomitmen
terhadap organisasinya. Dalam hal ini, kesadaran akan tanggung
jawabnya dan komitmennya masih rendah, mencerminkan rendahnya
komitmen terhadap tugas dan pekerjaannya sebagai bagian dari
organisasi. Berikut ini beberapa pengertian Komitmen menurut para
ahli:
a. Robbins & Judge (2014)
“Komitmen adalah tingkat di mana seseorang pekerja
mengidentifikasi sebuah organisasi, tujuan dan harapannya untuk
tetap menjadi anggota”
b. Porter dan Minner dalam Kusumaputri (2015)
Komitmen organisasi sebagai keterikatan (attachment) dengan
organisasi dikarakteristikkan melalui kehendak untuk tetap
bertahan; identikasi dengan nilai nilai dan tujuan organisasi; serta
kesedian untuk berusaha lebih dalam perilakunya.
Dari definisi komitmen organisasi di atas, dapat disimpulkan
bahwa komitmen organisasi adalah “sikap loyalitas karyawan
terhadap organisasi dengan tetap setia pada organisasi, membantu
mencapai tujuan organisasi, dan tidak memiliki keinginan untuk
mendukung organisasi. untuk pergi atau untuk alasan apapun”
Luthans (2012) mencerminkan sikap karyawan, kedekatan
emosional dan perhatian terhadap organisasi untuk mencapai
keberhasilan dan keberlanjutan organisasi. Komitmen dianggap
sebagai salah satu sikap karyawan yang banyak mendapat perhatian
dari para peneliti di bidang ini. perilaku organisasi. Sutrisno, et al.,
(2018) menemukan bahwa komitmen organisasi muncul dari
kepercayaan, kemauan dan keinginan untuk mencapai suatu tujuan
untuk tetap menjadi bagian dari organisasi dalam kondisi baik atau
buruk. Komitmen memegang peranan penting dalam kinerja
karyawan (Ramadhan, 2017) yang dapat memotivasi atau
mendorong seseorang untuk bertanggung jawab atas tanggung
jawabnya (Brodoastuti, 2016) sehingga karyawan dapat menghadapi
setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapinya.
