Robbins (2003) dalam Indrasari, (2017: 44) menyatakan bahwa kepuasan
kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor menially challenging
work, equitable rewards, supportive working conditions, dan faktor supportive
mileagues. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Mentally Challenging Work
Faktor mentally challenging work pegawai dalam kepuasan kerja
menggambarkan bahwa pegawai lebih menyukai pekerjaan yang memberikan
peluang kepadanya untuk menggunakan seluruh kemampuannya dalam
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan secara bebas. Pegawai sangat
mengharapkan tanggapan atasan tentang seberapa baik pekerjaan tersebut
dikerjakan. Pekerjaan yang tidak menantang seringkali membuat pegawai
bosan, sebaliknya jika pekerjaan terlalu menantang cenderung akan sulit
dikerjakan dan membuat pegawai frustrasi. Pekerjaan yang tantangannya di
antara kedua batas ekstrim inilah yang mampu membuat pegawai menjadi
senang dan puas.
b. Equitable Rewards
Pegawai menginginkan kebijakan organisasi dalam sistem pembayaran dan
kesempatan promosi yang adil dan sesuai dengan yang diharapkan. Kepuasan
kerja akan tercipta jika pembayaran gaji dilakukan dengan adil yakni sesuai
ruang lingkup pekerjaan, sesuai kemampuan pegawai, serta sesuai standar yang
berlaku. Walaupun tidak semua pegawai bertujuan mencari uang semata.
c. Supportive Working Conditions
Pegawai selalu akan memperhatikan lingkungan kerja untuk memperoleh rasa
nyaman. Pegawai tidak menyukai jika fasilitas kerja tidak menyenangkan dan
berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Pegawai menghendaki suasana
lingkungan kerja mendekati suasana ketika sedang berada di rumah.
d. Supportive Colleagues
Pegawai tidak hanya bekerja untuk uang atau penghargaan fisik semata. Bagi
kebanyakan pegawai bekerja pada dasarnya adalah untuk memenuhi kebutuhan
interaksi sosial. Memiliki dukungan rekan kerja positif akan memberikan
kepuasan kerja pegawai. Perilaku pimpinan juga memengaruhi kepuasan kerja
pegawai.
