Menurut Newstrom dalam Putri (2017) faktor-faktor nyata yang dapat
mempengaruhi perilaku para pekerja ialah kondisi fisik, dimana yang didalamnya
adalah tingkat pencahayaan, kebisingan , suhu udara, getaran-getaran, pencemaran
yang diakibatkan oleh berbagai bahan-bahan kimia dan keanekaan zat ditempat
kerja serta faktor keindahan yang meliputi musik, warna dan aroma ruangan yang
menyenangkan. Lingkungan kerja fisik juga merupakan faktor penyebab stress
kerja karyawan yang berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan. Menurut
Sedarmayanti dalam Putri (2017) indikator-indikator lingkungan kerja adalah
sebagai berikut:
1. Penerangan cahaya
Penerangan cahaya sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna mendapat
keselamatan dan kelancaran kerja. Cahaya yang kurang jelas, sehingga pekerjaan
akan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan
kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan.
2. Suhu Udara
Tubuh manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keadaan normal, dengan
suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi di luar tubuh, berbagai tingkat temperatur akan memberi
pengaruh yang berbeda.
3. Kebersihan
Lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan keadaan disekitarnya menjadi
sehat. Dengan adanya lingkungan yang bersih karyawan akan merasa senang
sehingga produktivitas kerja karyawan akan meningkat.
4. Penggunaan Warna
Penggunaan warna di tempat kerja perlu dipelajari dan direncanakan dengan
sebaik-baiknya. Sifat dan pengaruh warna kadang-kadang menimbulkan rasa
senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan
manusia.
5. Keamanan
Dalam menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman,
maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja. Salah satu upaya untuk
menjaga keamanan di tempat kerja adalah dengan memanfaatkan tenaga satuan
petugas keamanan dan penggunaan CCTV dalam ruang kerja.
6. Jam Kerja
Jam kerja perusahaan merupakan bagian paling berpengaruh dari motivasi,
dengan jam kerja yang sesuai dengan ketentuan maka menjaga motivasi karyawan
agar tetap produktiv dalam bekerja.
7. Hubungan Kerja
Hubungan sebagai individu, motivasi yang diperoleh seorang karyawan datangnya
dari rekanrekan sekerja maupun atasan. Menjadi sebuah motivasi, jika hubungan
karyawan dengan rekan sekerja maupun atasannya berlangsung harmonis
