Dalam menetapkan kebijaksanaan berkenaan dengan masalah pemberian
imbalan (penggajian) ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh
perusahaan, baik yang bersifat internal perusahaan maupun yang sifatnya
eksternal.
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi antara lain adalah :
1. Kemampuan perusahaan untuk membayar
2. Eksistensi dari Serikat Pekerja
3. Karakteristik Pekerja.
4. Karakteristik Pekerjaan.
Pemberian imbalanpun harus disesuaikan dengan berat / ringannya beban
kerja ataupun tanggung jawab yang harus di pikul oleh pekerja, termasuk di sini
kondisi tempat kerja ataupun besarnya resiko untuk mendapatkan kecelakaan
kerja .
Sedangkan faktor-faktor eksternalnya antara lain adalah:
1. Keadaan pasar tenaga kerja
Kondisi tenaga kerja yang ada di pasar tenaga kerja seringkali punya pengaruh
yang besar dalam menentukan besarnya imbalan / gaji yang akan diberikan. Hal
ini berhubungan dengan prinsip “supply: demand” , dimana imbalan akan tinggi
bilamana tenaga kerja yang kita butuhkan termasuk tenaga kerja yang langka atau
yang sulit di peroleh di pasar tenaga kerja. Sebaliknya, perusahaan bisa
memberikan imbalan yang relatif rendah bilamana tenaga kerja yang dibutuhkan
banyak terdapat di pasar tenaga kerja.
2.Biaya hidup
Besarnya imbalan pertu disesuaikan dengan biaya hidup. Hal ini menyebabkan
besarnya imbalan, seringkali ditentukan berdasarkan daerah dimana perusahaan
berada.
3. Peraturan pemerintah
Seperti diketahui Pemerintah, dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja telah
menetapkan adanya gaji/upah minimum yang disusun berdasarkan kebutuhan fisik
minimum/kebutuhan hidup minimum
