Robinson dan Morrison (2000: 532) mengemukakan sebuah konsep
dimana ada perbedaan mengenai psychological contract breach dan psychological
contract violation sebagai pelanggaran terhadap psychological contract.
Psychological contract breach adalah sebuah penilaian dimana karyawan
melakukan interpretasi atas psychological contract yang dia alami melalui proses
kognitif, sedangkan psychological contract violation sebagai adanya perasaan atau
emosi yang mungkin timbul atau tidak timbul bersamaan dengan penilaian
tersebut. Dalam penelitian ini, penulis membahas psychological contract breach
karena selain hal tersebut yang akan karyawan alami saat adanya pelanggaran
terhadap psychological contract, juga psychological contract breach dapat
mengakibatkan terjadinya psychological contract violation yang memiliki dampak
lebih serius pada karyawan terhadap perusahaan.
