Menurut Koopmans, et al. (2014) kinerja adalah ukuran dari hasil yang
relevan berdasarkan penelitian dalam pengaturan kerja. Penilaian kinerja
difokuskan baik dalam ukuran objektif yaitu dari produktivitas kerja seperti
absensi, jumlah tindakan tertentu ataupun output yang dipelihara dan berada
dalam catatan organisasi ataupun dalam penilaian subjektif yaitu dari kuantitas
dan kualitas pekerjaan dari masing-masing karyawan. Dikatakan juga
bahwasannya kinerja adalah tindakan terukur, baik perilaku dan hasil bahwa
karyawan terlibat ataupun berkontribusi dalam tujuan organisasi.
Menurut Sedarmayanti (2011) dalam Widayati (2017) mengungkapkan
bahwa kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti Hasil kerja
seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara
keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara
konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).
Kinerja merupakan prestasi kerja, yaitu perbandingan antara hasil kerja
dengan standar yang ditetapkan. Kinerja adalah hasil kerja baik secara kualitas
maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai
tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2001). Prestasi kerja
karyawan telah didefinisikan sebagai kinerja dalam hal kuantitas dan kualitas
yang diharapkan dari setiap karyawan.
Kinerja pada dasarnya apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh
karyawan. Kinerja karyawan yang umum untuk pekerjaan meliputi kuantitas dari
hasil, kualitas dari hasil, ketepatan waktu dari hasil, kehadiran, dan kemampuan
bekerja sama. Mathis dan Jackson (2006). Dalam hal ini kriteria pekerjaan adalah
faktor paling penting yang dilakukan orang dalam pekerjaan mereka karena
berkaitan dengan apa yang diberikan organisasi untuk dilakukan oleh karyawan.
Kinerja (performance) adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang
berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan (Bangun, 2012). Peningkatan
kinerja merupakan hal yang diinginkan baik dari pihak pemberi kerja maupun
para pekerja. Perusahaan menginginkan kinerja karyawannya baik, karena kinerja
karyawan yang baik dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Disisi lain,
para pekerja berkepentingan untuk mengembangkan diri dan promosi pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah keluaran yang dihasilkan
suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu yang diukur melalui hasil
kerja, perilaku kerja, dan sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan.
Berhasil tidaknya kinerja yang telah dicapai oleh organisasi dipengaruhi oleh
tingkat kinerja dari karyawan secara individu maupun kelompok. Dengan
peningkatan kompetisi, perusahaan telah mengakui pentingnya kinerja karyawan
untuk bersaing di pasar global karena kinerja karyawan yang meningkat, itu akan
mempengaruhi kinerja perusahaan dan profitabilitas perusahaan.
