Menurut Allen dan Mayer (1997) komitmen organisasi adalah keadaan
psikologis yang mencirikan hubungan karyawan dengan organisasi dengan
implikasinya terhadap keputusan untuk melanjutkan keanggotaan dalam
organisasi. Komitmen pada organisasi didefinisikan sebagai suatu keadaan
dimana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuantujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi itu. Menurut
Griffin (2004) komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh
mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seorang
individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya
sebagai anggota sejati organisasi.
Komitmen organisasi merupakan faktor yang mempengaruhi diri individu
pada suatu organisasi. Karyawan dianggap berkomitmen untuk sebuah organisasi
jika mereka rela melanjutkan hubungan mereka dengan organisasi dan
mengabdikan diri untuk mencapai tujuan organisasi. Tingginya tingkat usaha yang
diberikan oleh karyawan dengan tingkat komitmen organisasi akan menyebabkan
tingkat yang lebih tinggi dari kinerja dan efektivitas baik individu dan tingkat
organisasi.
Dari sudut pandang sikap, komitmen organisasi didefinisikan sebagai (1)
keinginan kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu, (2) keinginan
untuk berusahan keras sesuai keinginan organisasi, (3) keyakinan tertentu dan
penerimaan nilai dan tujuan organisasi. (Luthans 2005). Dengan kata lain,
komitmen organisasi ini merupakan sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan
pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi
mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta
kemajuan yang berkelanjutan.
Triatna (2015), mendefinisikan komitmen organisasi sebagai :“The
relative strength of an individuals identification with and involvement in a
particular organization.” Definisi ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi
memiliki arti yang lebih luas dari sekadar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan
hubungan interaktif dan keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi yang
berarti pada organisasinya.
Triatna (2015), mendefinisikan komitmen sebagai rasa identifikasi
(kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk
berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi), dan loyalitas (keinginan
untuk tetap menjadi anggota orang yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh
seorang pegawai terhadap organisasinya.
