Smith dkk 1969 dalam mendefinisikan kepuasan kerja sebagai respon
pekerja terhadap pekerjaannya. Mereka juga menyebutkan beberapa
indikator job satisfaction seperti:
1) Pekerjaan itu sendiri: Hal ini mencakup sejauh apa seseorang merasa puas
dengan tugas dan tanggung jawab yang mereka lakukan. Hal yang
mempengaruhi kepuasan ini termasuk tingkat otonomi, tantangan, dan
kejelasan tugas.
2) Gaji: Hal ini mencakup sejauh mana seseorang merasa puas dengan sistem
penggajian dan manfaat yang mereka terima. Gaji yang adil, kebijakan
insentif, dan kesempatan promosi yang jelas dapat mempengaruhi kepuasan
kerja.
3) Kesempatan Promosi: Hal ini mencakup kesempatan untuk pertumbuhan
dan pengembangan dalam karir seseorang. Peluang pelatihan, promosi, dan
pengakuan atas prestasi dapat meningkatkan kepuasan kerja.
4) Supervisi : Hal ini mencakup hubungan antara pegawai dan atasan mereka.
Tingkat keadilan, dukungan, dan komunikasi yang efektif dari atasan dapat
berkontribusi pada kepuasan kerja.
5) Rekan Kerja: Hal ini mencakup hubungan dan interaksi yang seseorang
miliki dengan rekan kerja mereka. Tingkat dukungan sosial, kerja tim dan
hubungan yang positif dapat meningkatkan job satisfaction.
