Menurut Samsudin (2015:10), “terdapat 5 (lima) fungsi kepemimpinan,
adalah sebagai berikut”:
- Fungsi Penentu Arah
Menurut Samsudin (2015:10), “Setiap organisasi, baik yang berskala besar,
menengah ataupun kecil semuanya pasti dibentuk dalam rangka mencapai suatu
tujuan tertentu. Tujuan itu bisa bersifat jangka panjang, jangka menengah, dan
jangka pendek yang harus dicapai dengan melalui kerja sama yang dipimpin oleh
seorang pemimpin. Keterbatasan sumberdaya organisasi mengharuskan pemimpin
untuk mengelolanya dengan efektif, dengan kata lain arah yang hendak dicapai oleh
organisasi menuju tujuannya harus sedemikian rupa sehingga mengoptimalkan
pemanfaatan dari segala sarana dan prasarana yang ada”. - Fungsi Sebagai Juru Bicara
Menurut Samsudin (2015:10), “Fungsi ini mengharuskan seorang
pemimpin untuk berperan sebagai pengubung antara organisasi dengan pihak-pihak
luar yang berkepentingan seperti pemilik saham, pemasok, penyalur, lembaga
keuangan. - Fungsi Sebagai Komunikator
Menurut Samsudin (2015:11), “Suatu komunikasi dapat dikatakan
berlangsung dengan efektif apabila pesan yang ingin disampaikan oleh sumber
pesan tersebut diterima dan diartikan oleh sasaran komunikasi. Fungsi pemimpin
sebagai komunikatordisini lebih ditekankan pada kemampuannya untuk
mengkomunikasikan sasaran-sasaran, strategi, dan tindakan yang harus dilakukan
oleh bawahan”. - Fungsi Sebagai Mediator
Menurut Samsudin (2015:11), “Konflik-konflik yang terjadi atau adanya
perbedaan-perbedaan kepentingan dalam organisasi menuntut kehadiran seorang
pemimpin dalam menyelesaikan permasalah yang ada. Kiranya sangat mudah
membayangkan bahwa tidak akan ada seorang pemimpin yang akan membiarkan
situasi demikian berlangsung dalam organisasi yang dipimpinnya dan akan segera
berusaha keras untuk menanggulanginya. Sikap yang demikian pasti diambil oleh
seorang pemimpin, sebab jika tidak citranya sebagai seorang pemimpin akan rusak,
kepercayaan terhadap kepemimpinan akan merosot bahkan mungkin hilang. Jadi
kemampuan menjalankan fungsi kepemimpinan selaku mediator yang rasional,
objektif dan netral merupakan salah satu indikator efektifitas kepemimpinan
seseorang”. - Fungsi Sebagai Integrator
Menurut Samsudin (2015:11), “Adanya pembagian tugas, sistem alokasi
daya, dana dan tenaga, serta diperlukannya spesialisasi pengetahuan dan
keterampilan dapat menimbulkan sikap, perilaku dan tindakan berkotak-kotak dan
oleh karenanya tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus. Dengan
perkataan lain diperlukan integrator terutama pada hirarki puncak organisasi.
Integrator itu adalah pimpinan. Setiap pemimpin, terlepas dari hirarki jabatannya
dalam organisasi, sesungguhnya adalah integarator, hanya saja cakupannya
berbeda-beda. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan
dalam organisasi, semakin penting pula makna peranan tersebut”
