Menurut Robbins (2007:36) ada empat faktor yang
menentukan atau mendorong kepuasan kerja, yaitu: pekerjaan yang
menantang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung,
rekan kerja yang mendukung.
a) Kerja yang secara mental menantang. Karyawan cenderung
lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka
kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan
kemampuan mereka dan menawarkan beragam tugas,
kebebasan, dan umpan balik mengenai betapa baik mereka
mengerjakannya. Karakteristik tersebut membuat kerja
secara mental menantang. Pekerjaan yang kurang menantang
akan menciptakan kebosanan, tetapi yang terlalu banyak
tantangan akan menciptakan frustasi dan perasaan gagal.
Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan karyawan
akan mengalami kesenangan dan kepuasan.
b) Ganjaran yang pantas. Para karyawan mengingikan sistem
upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan
sebagai adil dan segaris dengan pengharapan mereka.
Apabila upah dilihat sebagai adil yang didasarkan pada
tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan
standar pengupahan komunitas, kemungkinan besar akan
dihasilkan kepuasan kerja. Tetapi kunci yang mengaitkan
upah dengan kepuasan bukanlah jumlah mutlak yang
dibayarkan, melainkan yang lebih penting adalah persepsi
keadilan.
c) Kondisi kerja yang mendukung. Karyawan peduli akan
lingkungan kerja yang baik untuk kenyamanan pribadi
maupun untuk memudahkan dalam mengerjakan tugas yang
baik. Studi-studi menunjukkan bahwa karyawan lebih
menyukai keadaan fisik sekitar yang tidak berbahaya atau
merepotkan. Temperatur, cahaya, suara, dan faktor-faktor
lingkungan lain seharusnya tidak ekstrem (terlalu banyak,
atau terlalu sedikit).
d) Rekan sekerja yang mendukung. Bagi kebanyakan
karyawan, kerja juga mengisi kebutuhan akan interaksi
sosial. Oleh karena itu tidaklah mengejutkan bila mempunyai
rekan sekerja yang ramah dan mendukung menghantar ke
kepuasan kerja yang meningkat.
