Aspek – aspek Kepuasan Kerja


Menurut Munandar (dalam Sudanang & Priyanto, 2020:33) ada lima
aspek yang membuat kepuasan kerja, yaitu:
a. Kerja yang secara mental menantang
Pekerjaan ini biasanya memberikan karyawan kesempatan untuk
bekerja dengan menggunakan keterampilan dan kemampuan yang
mereka miliki.
b. Ganjaran atau upah yang pantas
Karyawan mendapatkan upah/gaji yang setara dengan pekerjaan yang di
kerjakan atau tanpa diskriminasi untuk pekerja laki-laki maupun
Perempuan.
c. Kondisi kerja yang mendukung
Kondisi kepedulian karyawan terhadap lingkungan kerja baik untuk
keperluan pribadi ataupun memudahkan dalam menyelesaikan
pekerjaannya.
d. Rekan kerja yang mendukung
Rekan kerja yang mendukung ini meliputi rekan kerja yang dapat saling
membantu sesama dalam menyelesaikan pekerjaan atau yang dapat
menjalin team work yang baik dengan sesame rekan kerja lainnya.
e. Pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian.
Pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian ini dapat dikaitkan oleh
kepribadian karywana masing – masing, contohnya seperti karyawan
yang memiliki kepribadian realistic dapat ditempatkan pada posisi
mekanik, teknisi, atau operator mesin.
As’ad (dalam Kingkin dkk, 2023:20) mengatakan bahwa ada empat
aspek dalam kepuasan kerja:
a. Aspek Psikologis
Berhubungan dengan kejiwaan karyawan yang meliputi minat, sikap
terhadap kerja, bakat, ketentraman dalam kerja dan keterampilan.
b. Aspek Sosial
Aspek yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama
karyawannya atau dengan atasannya.
c. Aspek Fisik
Berhubungan dengan kondisi fisik karyawan dan lingkungan kerja,
perlengkapan kerja, pengaturan waktu kerja, dan kondisi kesehatan
karyawan.
d. Aspek Finansial
Berhubungan dengan kesejahteraan karyawan yang meliputi sistem dan
besarnya gaji, fasilitas, dan tunjangan sosial.
Menurut Locke (dalam Riana, 2020:79) ada enam aspek dalam
kepuasan kerja, yaitu:
a. Isi pekerjaan
Hal ini berhubungan dengan tanggung jawab, macam tugas, dan tingkat
kepuasan yang didapatkan oleh karyawan.
b. Imbalan
Merupakan kompensasi tidak menentu untuk dinikmati oleh karyawan
yang diberikan oleh Perusahaan.
c. Kondisi kerja
Kondisi kerja merupakan kondisi disekitar para pekerja yang dapat
memengaruhi kinerja karyawan itu sendiri dalam menyelesaikan
pekerjaan.
d. Rekan kerja
Rekan kerja merupakan sesama karyawan yang memiliki kemampuan
saling mendukung antara satu dan lainnya.
e. Pengawasan atau pengendalian.
Kegiatan yang dilakukan untuk memantau atau mengukur kinerja
karyawan dalam bekerja, dan jika ada kesalahan maka bisa dilakukan
evaluasi atau perbaikan sehingga dapat memenuhi rencana atau tujuan
yang ingin dicapai