Teori Sinyal (signally theory)


Teori sinyal (signally theory) merupakan suatu tindakan yang diambil oleh
manajemen perusahaan untuk memberikan petunjuk kepada para investor mengenai
prospek perusahaan kedepannya (Brigham & Houston, 2010). Sinyal ini merupakan
informasi penting bagi investor untuk mengetahui gambaran penting pada kondisi saat ini,
pada masa lalu dan pada masa mendatang. Selain informasi penyajian juga berupa
perbandingan antara kondisi perusahaan dengan perusahaan lain. Oleh sebab itu, investor
dapat mengetahui pandangan tentang prospek nilai perusahaan tersebut.
Pada teori ini perusahaan memiliki keharusan untuk memberikan informasi yang
berupa laporan keuangan kepada pihak eksternal. Pada teori ini juga dapat menyebabkan
asimetri informasi yang diterima pihak eksternal dengan manajer perusahaan berbeda,
dimana manajer perusahaan mengetahui lebih banyak tentang prospek perusahaan dimasa
mendatang dibandingkan dengan pihak eksternal. Dengan kurangnya informasi kepada
pihak eksternal menyebabkan pandangan buruk pada perusahaan tersebut dan memberikan
harga saham yang rendah.
Informasi yang diungkapkan adalah laporan tahunan yang berupa informasi
akuntansi berkaitan dengan laporan keuangan, pengumuman yang diungkap dapat berupa
kabar baik (good news) atau kabar buruk (bad news). Jika pengumuman yang diungkapkan
berupa kabar baik (good news), para investor akan tertarik untuk melakukan perdagangan
saham yang tentunya memiliki prospek baik dimasa mendatang. Beda halnya jika
pengumuman yang diungkapkan berupa kabar buruk (bad news), ini akan berpengaruh pada
para investor yang akan menganggap perusahaan tersebut kurang baik dan kurang
berkompeten.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori (signally theory) karena pada teori
ini dijelaskan tentang hubungan langsung antar investor. Teori sinyal ini membantu
manajemen perusahaan, pemilik perusahaan, para pemegang saham dan pihak eksternal
perusahaan untuk mengurangi asimetri informasi. Perusahaan juga dapat menghasilkan
laporan keuangan yang akurat, lengkap dan relevan. Sehingga perusahaan dapat
memaksimalkan nilai perusahaannya sesuai dengan kaidah tujuan keputusan keuangan.