Kebijakan Hutang


Modal perusahaan diperoleh dari dua sumber yakni internal dan eksternal. Hutang
merupakan sumber eksternal perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional. Kebijakan
hutang dapat dihubungkan dengan nilai perusahaan kerena kebijakan hutang merupakan
kebijakan perusahaan tentang sejauh mana perusahaan menggunakan pendanaan yang
berasal dari hutang.
Semakin tinggi proporsi hutang maka semakin tinggi harga saham perusahaan
tersebut yang berdampak pada tingginya nilai perusahaan (Somantri & Sukardi, 2019).
Penggunaan hutang berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun penggunaan hutang juga
dapat memperburuk nilai perusahaan jika manfaat yang diperoleh dari penggunaan hutang
lebih kecil dari biaya yang ditimbulkan.
Kebijakan hutang memberikan manfaat yang baik bagi perusahaan berupa
penghematan pajak. Penghematan pajak berasal dari biaya bunga hutang yang akan
berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan, sehingga hutang dapat mengurangi
pembayaran pajak perusahaan. Sesuai dengan trade off theory yang berasumsi tentang
adanya hubungan pajak, risiko kebangkrutan dan penggunaan hutang yang disebabkan oleh
keputusan struktur modal perusahaan.
Tidak sepenuhnya penggunaan hutang dapat meningkatkan nilai perusahaan tetapi
juga terdapat posisi dimana berisiko mengalami kebangkrutan pada penggunaan hutang
sehingga menyebabkan turunnya nilai perusahaan yang disebabkan oleh keputusan struktur
modal yang diambil oleh perusahaan.
Ketika perusahaan mengalami kerugian atas penggunaan hutang dapat
menyebabkan terjadinya biaya kebangkrutan (bankruptcy cost) dan biaya keagenan (agency
cost). Semakin tinggi hutang perusahaan maka menyebabkan tingginya kemungkinan untuk
perusahaan mengalami kebangkrutan, sehingga berdampak juga pada tingginya beban yang
harus ditanggung oleh perusahaan.
Pada penelitian ini dapat diukur dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER)
yang membandingkan antar rasio dan jumlah hutang terhadap ekuitas. Jika semakin tinggi
Debt to Equity Ratio (DER) menyebabkan pula semakin besar risiko yang ditanggung oleh
perusahaan. Dengan meningkatnya hutang, pihak eksternal dapat melihat bagaimana
kemampuan perusahaan dalam membayar hutang dimasa yang akan datang