Kepercayaan Merek


Merek merupakan suatu hal yang dapat merepresentasikan dari sebuah
produk. Menurut Kotler & Keller (2016) mengemukakan bahwa merek (brand)
adalah sebuah nama, tanda, istilah, rancangan atau simbol, atau bauran dari hal-hal
tersebut, yang digunakan untuk mengidentifikasi barang atau jasa yang disediakan
secara baik oleh perseorangan maupun sekelompok penjual serta untuk dapat
membedakan dengan produk lainnya. Sedangkan kepercayaan menurut
Zsigmondová et al., (2021) mengemukakan bahwa kepercayaan berkaitan dengan
sejauh mana pihak lain dalam suatu hubungan dapat memberikan informasi yang
obyektif dengan cara yang jujur. Sementara itu, kepercayaan dapat dicerminkan
melalui keyakinan yang kuat terhadap keandalan dan kebenaran dalam suatu
hubungan untuk mencapai tujuan tertentu (Ramjohn, 2015).
Kepercayaan merek merupakan kesediaan rata-rata konsumen untuk
mengandalkan kemampuan merek menjalankan fungsi yang dinyatakannya.
Sementara itu, kepercayaan merek juga dapat diartikan sebagai perasaan aman yang
dimiliki konsumen dalam berinteraksi dengan merek, hal ini didasarkan pada
persepsi bahwa merek tersebut dapat diandalkan dan bertanggung jawab (Na et al.,
2023). Sedangkan, menurut Kotler & Keller (2016) mengemukakan bahwa
kepercayaan merek didefinisikan sebagai kondisi konsumen yang mempercayai
suatu produk dengan segala resikonya karena adanya harapan atau ekspektasi tinggi
terhadap merek tersebut sebab dapat diandalkan, memiliki keunggulan dan
kemampuan untuk membantunya mencapai tujuan yang diinginkannya sehingga
akan memberikan hasil yang positif kepada konsumen.
Maka dapat disimpulkan Kepercayaan Merek (Brand Trust) merupakan
perilaku konsumen yang memiliki kepercayaan terhadap suatu merek yang mereka
pilih dengan segala resiko yang akan didapatkan karena merek tersebut dapat
diandalkan, jujur dan bertanggungjawab dalam melaksanakan kegunaannya.
Menurut Na et al (2023), ada tiga komponen yang memengaruhi kepercayaan
terhadap merek, masing-masing berkaitan dengan tiga entitas yang terlibat dalam
hubungan antara merek dan konsumen:

  1. Brand characteristic mempunyai peran yang urgensi dalam menentukan
    pengambilan keputusan konsumen agar mempercayai suatu merek. Hal ini
    disebabkan oleh proses bahwa konsumen melakukan penilaian sebelum membeli
    produk atau jasa, karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan meliputi
    hal-hal seperti citra, dan kompeten.
  2. Company Characteristic yang ada di balik suatu merek juga dapat mempengaruhi
    tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Dasar awal pemahaman
    konsumen terhadap merek suatu produk dapat dimulai dengan pengetahuan
    konsumen terhadap perusahaan. Karakteristik ini termasuk nilai-nilai inti
    perusahaan, motivasi yang diinginkan perusahaan, dan integritas perusahaan.
  3. Consumer-brand characteristic berupa kombinasi karakter antara konsumen
    dengan merek yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap merek.
    Karakteristik ini termasuk bagaimana pikiran konsumen tentang merek dengan
    kepribadian, kesukaan, dan pengalaman mereka dengannya