Menurut Tjiptono (2014), kepercayaan merek mengacu pada kesediaan
konsumen untuk mempercayai suatu merek, atau mempercayainya dalam situasi
yang berisiko, karena mereka mengharapkan hasil positif dari merek tersebut.
Menurut Delgado (2004), kepercayaan merek adalah kemampuan merek untuk
dipercaya (brand trust) yang muncul dari kepercayaan konsumen bahwa merek
tersebut dapat menghantarkan nilai yang dijanjikan dan tujuan dari merek dan
percaya bahwa merek mampu mengutamakan manfaat merek bagi konsumen.
Menurut Ferrinadew (2008), kepercayaan merek adalah pengalaman keandalan dari
sudut pandang konsumen, berdasarkan pengalaman atau lebih pada rangkaian
peristiwa atau interaksi yang ditandai dengan terpenuhinya harapan atas kinerja dan
kepuasan produk.
Kepercayaan merek merupakan adanya harapan atau kemungkinan yang
tinggi merek tersebut akan mengakibatkan hasil yang positif terhadap konsumen.
Dari sudut pandang konsumen, kepercayaan merek merupakan suatu keyakinan
akan suatu merek terhadap adanya pemuasan kebutuhan dilihat dari kredibilitas,
integritas, keunggulan yang diletakkan pada merek tertentu. Kepercayan pelanggan
terhadap merek adalah pendapat pelanggan atau konsumen tentang keyakinan
terhadap kemampuan merek (kredibilitas merek) berdasarkan pengalaman atau
rangkaian peristiwa dan interaksi dengan merek dengan cara yang konsisten dengan
harapan dan nilai yang dijanjikan terpenuhi. dan memberikan kepuasan atau hasil
yang positif. Kepercayaan konsumen pada merek menciptakan rasa aman dan
mengurangi persepsi konsumen tentang risiko dalam pertumbuhan mereka.
Kepercayaan merek dapat mengurangi ketidakpastian dalam lingkungan di
mana konsumen merasa tidak aman mengetahui bahwa mereka dapat mempercayai
merek tepercaya. Kepercayaan muncul karena pihak lain diharapkan bertindak
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kepercayaan konsumen
terhadap suatu merek sebagian besar muncul ketika merek produk mampu
memenuhi persepsi, kebutuhan, dan nilai mereka sendiri
